Mantan Menara Tertinggi di Dunia Akan Dijadikan Hunian Vertikal

Big Banner

sas.setup({domain:’http://adnetwork.adasiaholdings.com’,async:true,renderMode:0});

sas.call(“std”,{siteId:134986,pageId:749845,formatId:44269,target:”});

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” data-pagespeed-url-hash=”692936075″/></a>

TORONTO – Sebelum menara tertinggi di dunia disandang oleh Canton Tower dan Burj Khalifa, CN Tower yang terletak di Toronto, Kanada, adalah pemenangnya. Namun kini, wajah struktur menara tersebut akan segera berubah.

Perusahaan desain Quadrangle memiliki sebuah visi baru untuk bangunan 1970-an tersebut. Dalam rencananya, struktur menara akan ditutupi desain modular dari kondominium cross laminated timber (CLT). Masing-masing unit kondominium akan terbuat dari kayu dan melekat pada bagian permukaan luar menara.

Bangunan ini dahulunya pernah menjadi menara penyiaran. Tapi sekarang, CN Tower sudah menjadi objek wisata dengan restoran dan area berjalan bebas di ketinggian tanpa pegangan pada lantai 116.

Karena itulah, guna menghormati keberadaan bangunan, Quadrangle merancang desain terbaru. Tim desain bermimpi menara bisa kembali berfungsi dengan cara baru.

Nantinya, orang-orang bisa menyebut CN Tower sebagai rumah mereka. Tak hanya itu, juga sekaligus bisa menikmati hidup di kondominium yang menyajikan pemandangan kota metropolis Kanada.

Quadrangle menyatakan kondominium bisa ditawarkan dalam beberapa ukuran, sehingga orang bisa memilih tata letak yang terbaik berdasarkan selera masing-masing.

Guna membangun kamar per kamarnya, struktur badan menara akan dibolongi dengan cara dibor. Dengan begitu, maka akan bisa membuat unit-unit kondominium lancip dan terlihat seolah kamar per kamarnya merangkak naik di sisi bangunan.

 

“Bentuk kamar per kamarnya akan dinamis dan akan bervariasi dari segi ukuran masing-masing unit, dengan tangga-tangga menciptakan sayatan diagonal tajam dalam struktur yang terlihat seperti kubus,” kata pihak Quadrangle dalam siaran persnya, sebagaimana dilansir dari Inhabitat, Rabu (1/3/2017).

Mereka mengaplikasikan CLT demi bahan bangunan yang berkelanjutan, indah, dan serbaguna. Dengan menggunakan CLT, kondominium diletakkan secara bersama-sama di posisinya masing-masing, mampu mempercepat konstruksi, sehingga tidak akan mengganggu kegiatan wisata terlalu sering.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me