Pemerintah Optimis KPR Informal  Dorong Pembangunan Sejuta Rumah

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Bank BTN pada akhir pekan lalu telah meluncurkan produk KPR Mikro Perumahan khusus untuk kalangan pekerja informal pada akhir pekan lalu. Produk ini membidik para pekerja informal dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berpenghasilan mulai Rp1,8 juta-Rp2,8 juta/bulan dengan bunga KPR 7 persenan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, produk ini bisa menjadi alternatif masyarakat pekerja informal yang selama ini belum tersentuh perbankan. “Program ini sangat banik untuk mendukung pelaksanaan program 1 juta rumah, kalau tahun lalu kita berhasil mencapai angka 800 ribu unit, dengan adanya KPR Mikro ini kita bisa lebih optimistis suplainya bisa lebih besar,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/2).

Pekerja informal khususnya yang berpenghasilan Rp1,8-Rp2,8 juta ditengarai jumlahnya mencapai 6,5 juta orang. Bank BTN mensyaratkan para pekerja ini menabung terlebih dahulu dan setelah tabungannya mencapai nilai 3 kali jumlah cicilannya maka kreditnya bisa keluar dan dimanfaatkan untuk membeli rumah.

Basuki juga mengapresiasi langkah Bank BTN yang berinovasi dengan mengeluarkan produk khusus untuk kalangan pekerja informal ini karena sudah sangat lama segmen ini tidak tersentuh program perumahan pemerintah karena sulitnya pendataan mereka. Bank BTN sendiri menggandeng pihak asosiasi seperti tukang baso, tukang cukur, tukang sate, dan lainnya dengan penarikan cicilan bisa harian, mingguan, dan bulanan.

“Jadi terobosan yang baik yang dilakukan sektor swasta dalam hal ini Bank BTN sehingga kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) lebih banyak lagi yang terbantu. Ada 120 juta pekerja di Indonesia dan 60 persennya adalah pekerja informal, ke depan pemerintah juga akan mengembangkan skema bantuan perumahan untuk kalangan ini,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me