Investasi Rp 260 Miliar, PPRO Hadirkan Kidzania di Superblok GSL

Big Banner

Surabaya – PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama PT Aryan Indonesia menginvestasikan dana sebesar Rp 310 miliar untuk menghadirkan sarana edukasi dan hiburan Kidzania di kawasan mal Lagoon Avenue Sungkono (LAS).

Direktur Komersial PP Properti, Linda Gustina, mengatakan kehadiran taman hiburan Kidzania di mal Lagoon Avenue Sungkono (LAS) untuk melengkapi kebutuhan penghuni Grand Sungkono Lagoon (GLS) yang merupakan kawasan superblok terjun dan masyarakat sekitar. Pihak PPRO sendiri telah menyiapkan lahan 4.500 meter persegi (m2) di LAS untuk mewujudkan Kidzania di Surabaya.

“Fasilitas untuk Kidzania sedang dalam persiapan. Kita sendiri menyiapkan investasi sebesar Rp 260 miliar. Kita berharap pembangunan sarana edukasi dan hiburan untuk Kidzania ini sudah dimulai awal 2018, sehingga sudah bisa dinikmati pada akhir 2018,” kata Linda usai penandatangan kerjasama di Grand Sungkono Lagoon Surabaya, Kamis (2/3).

 Direktur Komersial PP Properti, Linda Gustina (kanan) dan Presiden Direktur Kidzania Kerry Riza usai penandatangan kerjasama antara PT PP Properti Tbk dengan PT Aryan Indonesia untuk menghadirkan sarana edukasi dan hiburan Kidzania di Lagoon Avenue Sungkono Surabaya, Kamis, 2 Maret 2017.

Direktur PP Properti, Indaryanto, menambahkan di proyek GLS sekarang PP Properti menyediakan sekitar 28 hektare (ha) hingga 30 ha, untuk hunian berupa apartemen yang terdiri dari 3 tower.

“Satu menara sudah selesai dikerjakan dan sudah terjual, sedangkan satu tower lagi dalam tahap penyelesaian dan kini sudah 85 persen terjual,” kata Indryanto.

Keberadaan Kidzania di GLS, lanjut dia, tentunya akan memenuhi kebutuhan para penghuni di seluruh tower yang ada. Tujuan itu, lanjutnya, selaras dengan konsep pengembangan superblok GLS, yang ingin menghadirkan berbagai sarana untuk memenuhi sarana kebutuhan gaya hidup para penghuni yang bisa dijangkau secara mudah.

“Selain Kidzania, PP Properti juga berencana bekerjasama dengan lembaga pendidikan lainnya untuk menghadirkan sarana pendidikan seperti Paramadina, Aljabar dan lainnya di kawasan tersebut. Konsep kita, apa yang menjadi kebutuhan penghuni terpenuhi dengan mudah,” kata Indaryanto.

Presiden Direktur Kidzania, Kerry Riza, mengatakan, selain Jakarta, Surabaya memang menjadi tujuan pengembangan selanjutnya. Karena, sejak keberadaannya di Jakarta dalam sepuluh tahun terakhir, ternyata para pengunjung Kidzania selain dari Jakarta juga berasal dari kota-kota lain di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Makasar dan Bali.

“Keputusan kami untuk membuka di Surabaya, karena ternyata selama ini banyak juga pengunjung Kidzania di Jakarta berasal dari Surabaya dan menggandeng PP Properti untuk pembukaan di Surabaya ini dengan menyiapkan investasi sekitar Rp 76 miliar,” katanya.

Dia berharap pada 2018 nanti sarana edukasi dan hiburan Kidzania hasil kerjasama dengan PP Properti sudah bisa dinikmati masyarakat di Surabaya.

“Tahap awal kami menargetkan sebanyak 229.000 pengunjung di Surabaya dan Jakarta 6 juta pengunjung di Jakarta,” ucap Kerry.

Dia menyatakan tak menutup kemungkinan Kidzania juga akan dikembangkan ke kota-kota lain di Indonesia, termasuk kota-kota di sekitar Surabaya seperti Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto.

“Ini karena sambutan yang positif dari kota-kota lain di luar Jakarta terhadap keberadaan Kidzania sekarang,” tambahnya.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756195,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_ekonomiformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me