Properti di Jakarta Timur Berpeluang Tumbuh Pesat

Big Banner

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, dalam lima tahun ke belakang, pasar properti di Jakarta Timur sempat stagnan. Namun, hal ini memberikan keuntungan karena harga lahan di Jakarta Timur masih lebih murah.

“Rencana infrastruktur disertai dengan harga tanah yang relatif masih rendah dibandingkan dengan wilayah Jakarta lainnya, memberikan peluang bertumbuhnya pasar lebih tinggi,” kata Ali dalam Outlook Properti 2017 di Jakarta, Kamis (2/3).

Ali mengatakan, keterlambatan pembangunan infrastruktur membuat pasaran harga tanah perumahan di Jakarta Timur jauh tertinggal dibandingkan wilayah lain yaitu rata-rata sebesar Rp 7,9 juta per m2. Sedangkan, di Jakarta Barat harga rumah berkisar Rp 13,2 juta/m2, Jakarta Utara Rp 17,1 juta/m2, Jakarta Selatan 17,9 juta/m2, dan Jakarta Pusat Rp 18,7 juta/m2.

“Beberapa pengembang di wilayah ini masih menawarkan harga rumah di kisaran Rp 1-2 miliar yang terbilang masih cukup rendah untuk ukuran rumah di DKI Jakarta,” katanya.

Ali mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan harga lahan di Jakarta Timur melesat tajam dan menempati posisi tertinggi yakni 5,58% per tahun. Sementara, Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat masing-masing sebesar 4,19%, Jakarta Barat 4,15%, dan Jakarta Utara 2,85%.

“Beberapa wilayah lain di Jakarta masih terjadi koreksi harga dikarenakan kenaikan yang terlalu tinggi pada periode 2010-2012,” kata Ali.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me