Bangun Jalan, Pemkab Lamongan Siapkan Rp 121,5 Miliar

Big Banner

LAMONGAN, KompasProperti – Penyediaan dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas Pemkab Lamongan, Jawa Timur, pada tahun ini.

Infrastruktur yang dibangun ini berupa jalan kabupaten dan jalan poros desa (Japordes). Pemkab Lamongan sudah menyiapkan anggaran Rp 121,5 miliar. 

“Rinciannya, anggaran pembangunan itu terbagi untuk pembangunan jalan kabupaten sebesar Rp 99 miliar. Sementara sisanya sebesar Rp 22,5 miliar, untuk pekerjaan Japordes,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bina Marga Lamongan Eko Agus Trihandono, Kamis (2/3/2017).

Sekedar pembanding, pada 2016, pembangunan jalan yang sudah dilakukan oleh Pemkab Lamongan, berada di ruas Plembon-Sugio, Deket-Soko, serta di Jalan Mastrip.

“Masyarakat yang rutin menggunakan akses jalan Plembon-Sugio, sekarang bisa merasakan perbedaan jalan yang dilalui. Begitu juga yang sering berlalu-lalang menggunakan akses ruas Deket-Soko,” terangnya.

Pembangunan jalan untuk tahun ini dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemkab Lamongan.

Dari anggaran sebesar Rp 99 miliar untuk pembangunan dan perbaikan akses jalan kabupaten, direncanakan ada 19 ruas yang dibangun, dengan total panjang 40 kilometer.

Tidak hanya jalan, anggaran tersebut juga bakal dimanfaatkan untuk pembangunan 6 unit jembatan, 6 paket pembangunan gorong-gorong, dan pembangunan dinding penahan tanah di tiga lokasi.

“Sedangkan anggaran pembangunan Japordes sebesar Rp 22,5 miliar, rencananya akan digunakan untuk pembangunan 35 ruas jalan, 1 unit jembatan, dan pembangunan dinding penahan tanah di 23 lokasi,” beber Eko.

Dua jembatan yang rencananya bakal dibangun pada tahun ini adalah Jembatan Sumbergondang di ruas Mantup-Ayamalas dan Jembatan Luke di ruas jalan Deket-Soko.

Sementara di antara sasaran jalan yang dibangun, peningkatan jalan Sukodadi-Sumberwudi dan jalan Bluluk-Sukorame.

Kemudian ada pula pelebaran dan pemeliharaan jalan Pagerwojo-Plembon-Sugio-Tlanak, serta Deket-Soko-Karangbinanangun.

“Sudah menjadi komitmen Pemkab Lamongan, untuk menjadikan pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan sebagai prioritas. Karena dengan akses infrastruktur yang baik, aktivitas warga, baik untuk perekonomian, pertanian, maupun anak-anak ke sekolah akan menjadi lancar,” tuturnya.

Sebelumnya pada awal 2017, Pemkab Lamongan sempat didemo oleh sebagian warganya, lantaran kerusakan jalan yang terjadi di ruas Babat.

Namun pemkab enggan menanggapi, karena kewenangan perbaikan ruas jalan tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN).

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me