Hunian Rp200-600 Juta Kini Mendominasi Pasar Properti

Big Banner
Sebuah hunian menengah di Taman Karang Bahagia di Cikarang, Bekasi. Foto: Rumah123/Taman Karang Bahagia

 

Pengembang besar yang membangun dan memasarkan produk properti menengah tak berarti menurunkan citranya sebagai pengembang prestisius. Menurut Associate Director for Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, adanya pembangunan hunian dengan kisaran Rp200-600 juta itu merupakan bagian dari kebijakan hunian berimbang (1:2:3).

Hunian dengan kisaran harga tersebut saat ini memang sedang mendominasi pasar. Buktinya pada pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 beberapa waktu lalu, transaksi KPR Non-Subsidi dengan harga Rp300 jutaan paling banyak diminati.

Baca juga: Apartemen Berinterior Jepang Ini Berharga Mulai Rp200 Jutaan

“Untuk harga tersebut (kisaran Rp200-600 juta) meluas ya, tidak bakal berhenti di situ saja. Harga segitu sampai kapanpun pasti dominan. Tetapi, kalau untuk rumah, harga segitu pastinya ada di pinggiran kota ya,” ujar Ferry kepada Rumah123.

Kalau  di dalam kota, hunian tapak semakin terbatas karena keterbatasan lahan dan harganya yang tinggi. Sedangkan hunian vertikal, harganya juga lumayan tinggi.

Baca juga: Perekonomian Belum Stabil, Rumah Rp200 Juta Jadi Incaran

Akan tetapi, kalau bicara Investasi di sektor properti, ya tetap saja harga tak terlalu berpengaruh. Selain harga properti selalu naik setiap tahun, investasi properti lebih stabil dari pengaruh berbagai faktor spekulasi semisal sentimen pasar.

Selain itu, keuntungan yang didapatkan juga berganda, dari kenaikan harga tanah atau capital gain dan kenaikan harga penggunaan atau sewa per tahun (yield).

Akan tetapi, AVP Strategic Marketing Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya, mengatakan, Agung Podomoro Land (APL) tidak hanya memperhatikan harga yang selalu naik. Namun, juga kualitas dan prestisiusnya. Menurutnya, properti yang dibangun APL hampir selalu menjadi ikon.

Baca juga: Ini Loh Apartemen Murah di Cisauk, Cuma Rp200 Jutaan

“Bagi pengembang seperti kami, sebetulnya tidak banyak profil yang dicari dari kecenderung harga properti yang selalu naik. Kami juga berharap bangunan vertikal yang kami bangun di beberapa kota seperti Batam, Karawang, Cimanggis maupun Balikpapan menjadi ikon kota tersebut,” ujarnya.

Kecenderungan ini kemungkinan akan dirasakan oleh para pemilik unit apartemen yang sedang ditangani APL, semisal Orchad View Batam, Podomoro Golf View (PGV) Cimanggis, Borneo Bay City Balikpapan, dan Podomoro City Deli Medan. (Wit)

rumah123.com