Mandiri Baruga akan Bangun Hotel Bangsawan Rp 90 Miliar

Big Banner

Yogyakarta – Untuk mengembangkan sejarah kerajaan yang ada di Indonesia, Mandira Baruga Yogyakarta (MBY) akan membangun Hotel Bangsawan di Kota Yogyakarta, melalui konsep dan tema-tema kerajaan di dalam hotel tersebut, dengan nilai investasi Rp 90 miliar.

“Kami akan membangun Hotel Bangsawan di kawasan MBY ini, dengan nilai investasi fisik senilai Rp 90 miliar. Konsepnya akan menampilkan tema-tema kerajaan yang ada di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama MBY, Ulla Nuchrawaty dalam siaran persnya usai acara Penandatanganan MoU Kerjasama MBY dengan Topotels Management, di Kawasan Mandira Baruga Yogyakarta, Jumat (3/3).

Ia mengatakan, hotel di atas lahan seluas 3.000 meter tersebut akan mulai dibangun pada semester I-2017, dengan target penyelesaian maksimal 24 bulan. “Kita harapkan, bisa selesai lebih cepat dan hasilnya pun optimal,” kata dia.

Ulla menuturkan, tema-tema kerajaan di Indonesia dipastikan akan menghiasi Hotel Bangsawan yang direncanakan setinggi 7 lantai dengan jumlah 169 kamar dan 18 meeting room.

Menurut dia, tema-tema kerajaan di Indonesia yang akan dipublikasikan di dalam hiasan hotel tersebut, berupa replikasi dari setiap kerajaan di Indonesia. Hasilnya, kata dia, setiap replikasi itu akan ditempatkan pada setiap lantai hotel.

“Pada setiap replika itu, akan diberikan caption lengkap dari sejarah setiap kerajaan. Sehingga masyarakat dan pengunjung yang menginap di Hotel Bangsawan, diharapkan memiliki pemahaman yang jelas tentang sejarah dari kerajaan di Indonesia. Hal itu yang kami sebut dengan upaya mengembangkan sejarah Indonesia kepada seluruh wisatawan yang
menginap,” terang Ulla.

Pengelolaan hotel bersama
Saat bersamaan, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Mandira Baruga Yogyakarta dengan PT Topotels Management, dalam hal kerjasama pengelolaan Mandira Baruga Yogyakarta yang di dalamnya terdapat Hotel Tasneem dan beberapa fasilitas lainnya.

Chief Executive Officer (CEO) PT Topotels, Yonto Wongso mengatakan, Kota Yogyakarta memiliki sisi budaya dan keramahan penduduknya yang mudah diperoleh oleh setiap tamu yang hadir ke kota tersebut.

“Karena itu, di Yogyakarta mudah sekali mencari teman karena keramahan penduduknya. Dan penandatanganan ini adalah kerjasama pengelolaan sehingga kami akan memperkuat manajemen yang ada dalam menghadapi
persaingan global saat ini,” papar Yonto.

Ia menambahkan, kerjasama pengelolaan tersebut diyakini akan meningkatkan kinerja dan penyerapan tenaga kerja lokal. Khususnya bagi para pekerja yang terlibat sejak awal pembangunan MBY.

Targetkan tamu negara
Lebih jauh, kata Yonto, pihaknya juga menargetkan untuk mengundang banyak tamu negara untuk hadir ke kawasan MBY. Melalui berbagai upaya kerjasama dengan pihak kementerian dan pihak terkait, pihaknya menargetkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada tamu negara dalam jangka menengah, untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kami akan tingkatkan lebih dulu software perusahaan ini, berupa SDM di dalamnya untuk mampu bersaing secara kompetitif.

Intinya kami akan bikin aktifitas yang sangat menarik untuk meningkatkan kualitas dan persaingan usaha. Termasuk peningkatan pelayanan dalam menarik banyak tamu-tamu negara untuk hadir ke sini,” tandas Yonto.

Ulla menambahkan, target untuk mengundang para tamu negara sangat
dimungkinkan terwujud. Pasalnya, kawasan MBY telah dikunjungi oleh banyak pejabat negara yang hadir dalam berbagai rangkaian kegiatan selama di Yogyakarta.

“Kita berharap, pada waktunya nanti banyak tamu negara akan hadir ke sini. Sekaligus untuk kita berikan edukasi tentang kebudayaan yang ada di Yogyakarta,” tambah Ulla.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me