Dana Konstruksi MRT Fase Dua Bertambah Jadi Rp 38 Triliun

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Pembangunan mass rapid transit (MRT) fase kedua dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan telah mengalami revisi jalur dan akan berakhir di Ancol Timur.

Penegasan perubahan rute MRT fase kedua itu itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama (NKB) antara PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT MRT Jakarta.

Baca: Pembangunan Jaya Ancol Teken Kerja Sama MRT Jakarta Fase Dua

Atas revisi tersebut, pengerjaan fase kedua MRT akan lebih panjang dari rencana sebelumnya sepanjang 8,5 kilometer menjadi 14,6 kilometer.

Selain bertambah panjang, dana yang dibutuhkan guna pengerjaan MRT fase dua Bundaran HI-Ancol Timur pun ikut bertambah.

“Tambahannya kurang lebih jadi sekitar Rp 38 triliun dari sebelumnya sekitar Rp 23 triliun. Pertambahan per kilometernya kurang lebih Rp 2 triliun,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati, di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Bluebook atau buku biru perubahan jalur MRT fase kedua ini diakui Tuty telah diusulkan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama dengan surat-surat lainnya dan usulan ke DPRD DKI Jakarta juga sudah diberikan untuk bisa dirapatkan tanggal 9 Maret mendatang.

Terkait dana, lanjut Tuty, pihaknya berencana akan membicarakannya lagi dengan JICA dan menjadikannya satu dengan pembiayaan fase pertama yang masih kurang.

Cost of variation order akan kami hitung secara keseluruhan bersama dengan usulan fase dua dan kami akan jadikan itu sebagai satu kesatuan untuk perhitungan baru dengan Bappenas dan JICA,” tutur dia.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me