44,5 Juta Bidang Tanah Sudah Tersertifikasi

Big Banner

JAKARTA, KompasPropertiKementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki 4 program dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.

Program tersebut antara lain pemetaan, registrasi dan sertifikasi, reforma agraria, pendirian bank tanah, serta penguatan peran tata ruang.

Pada program pemetaan, registrasi dan sertifikasi, pemerintah menargetkan dapat meregistrasi seluas 9-10 juta bidang selama periode 2020-2025.

“Sampai dengan 2016, 44,5 juta bidang sudah tersertifikasi dan teregistrasi,” ujar Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil saat kunjungan ke redaksi Kompas, Rabu (2/3/2017).

Sofyan menambahkan, sampai 2025, pemerintah menargetkan 100 persen tanah tersertifikasi dan terakreditasi. Pemerintah juga menargetkan 50 persen bidang tanah di kawasan hutan teregistrasi sampai 2025.

Jika dijabarkan, target registrasi lahan pada 2016 adalah seluas 1 juta bidang, 2017 seluas 5 juta bidang, 2018 seluas 7 juta bidang, dan 2019 seluas 9 juta.

Dalam rangka mencapai target tersebut, pemerintah memberlakukan Pendaftaran Tanah secara Sistematik dan Lengkap (PTSL) per desa, kabupaten, kota dan provinsi.

Langkah-langka yang dilakukan adalah percepatan penyediaan peta kadastral 1:5000 dan system fit for purposse.

Berikutnya, Regitrasi Nomor Induk Bidang dan data yuridis lengkap per desa, kota, dan kebupaten. Langkah ketiga adalah sertifikasi yang dipercepat dengan kenaikan setiap tahun.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me