Summarecon Tegaskan Mövenpick Bali Bukan Milik Alwaleed

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Menanggapi berita yang beredar di media sosial, dan media arus utama, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menegaskan, hotel bintang lima Mövenpick Resort & Spa di Jimbaran Bali, adalah milik perseroan, bukan Kingdom Holding Company (KHC).

“Hotel ini baru saja dibuka pada 12 Januari 2017,” ujar Direktur PT Summarecon Agung Tbk Sharif Benyamin dalam keterangan tertulis yang diterima KompasProperti, Sabtu (4/3/2017). 

Menurut Sharif, Mövenpick Hotels & Resorts hanyalah operator hotel yang ditunjuk SMRA untuk mengelola hotel tersebut.

Hanya, sebagian saham dari operator yang berpusat di Baar, Swiss, ini memang dikuasai Kingdom Hotel Investments (KHI), anak usaha KHC.

KHC sendiri merupakan raksasa bisnis yang didirikan oleh Pangeran Alwaleed bin Talal, kerabat Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali dikembangkan oleh anak usaha SMRA, PT Permata Jimbaran Agung.

Hotel ini dirancang sebanyak 297 kamar berukuran mulai dari 34 meter persegi hingga 108 meter persegi.

Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali terintegrasi dengan Samasta Village di atas lahan seluas 4 hektar.

Selain kolam renang, fasilitas yang melengkapinya adalah spa yang bakal dibuka pada April 2017, restoran Anarasa, Katha Lobby Lounge and Library, ruang serba guna, dan ruang pertemuan.

Kehadiran Mövenpick Resorts & Spa Jimbaran Bali merupakan bagian dari rencana besar Mövenpick Hotels & Resorts hingga 2020 mendatang dengan menargetkan pengelolaan 30 hotel di seluruh Asia.

Sementara untuk Bali, hotel dengan nilai investasi Rp 550 miliar ini menggenapi 40 hotel di seluruh Bali yang beroperasi pada tahun 2017.

Sebelumnya PT Ciputra Adigraha, anak usaha Ciputra Group juga membantah kepemilikan Alwaleed bin Talal atau KHC di Raffles Jakarta.

Baca: Ciputra Bantah Raffles Jakarta Milik Kerabat Raja Salman

 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me