Kehadiran MRT Jakarta Untungkan Kawasan Ancol

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – PT MRT Jakarta bersama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menandatangani nota kesepahaman bersama (NKB) di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Kedua perusahaan akan membangun MRT Jakarta fase kedua dengan rute Bundaran HI-Ancol Timur yang rencananya dipercepat pengerjaannya pada 2018 mendatang.

Bagi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, kerja sama ini menguntungkan karena membuat status Ancol menjadi kawasan transit oriented development atau TOD dan secara ekonomis bakal meningkatkan nilai jual Ancol.

“Kami sangat berkepentingan karena bisa mempermudah akses menuju Ancol bagi pengunjung. Di dalam rancangan induk, kami akan bangun hunian dengan akses langsung ke MRT,” tutur Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Paul Tehusijarana, kepada KompasProperti, di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Lebih lanjut Paul menyatakan, rencana pembangunan hunian dengan konsep TOD akan segera dibicarakan dengan pihak MRT Jakarta dalam waktu dekat.

Hal itu dilakukan karena Presiden Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar berencana membangun high rise building  atau gedung bertingkat tinggi di atas depo MRT Ancol Timur.

Sebagai informasi, fase kedua MRT Jakarta awalnya bakal sepanjang 8,5 kilometer dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan.

Namun, setelah direvisi, panjangnya bertambah 6,1 kilometer menjadi 14,6 kilometer dari Bundaran HI sampai ke Ancol Timur.

Lahan yang dibutuhkan untuk membangun depo dan jalur di Ancol Timur, sekitar lima sampai enam hektar.

“Lahannya akan dihitung ulang, ini kan baru tanda tangan saja. Untuk lahan stasiun berapa, depo berapa akan kami hitung dulu bersama dengan MRT termasuk pengembangan lahan sekitarnya,” tutupnya.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me