Prajawangsa City, Tetap Loncer Saat Pasar Sepi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Prajawangsa City yang dikembangkan Synthesis Development di Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, langsung menarik perhatian. Sejak proyek ini dipasarkan April 2016 tower pertama langsung terpesan 80 persen.  Tidak mau melepas kesempatan pengembang segera membuka tower kedua yang langsung terserap 65 persen. Tidak berhenti sampai di situ pemasaran tower ketiga juga lumayan bagus terserap 50 persen. Saat ini total penjualan tiga tower tersebut lebih dari 75 persen dan sekarang masuk pemasaran tower keempat.

Prajawangsa City

Prajawangsa City

Seluruhnya ada 8 tower masing-masing mencakup 500-an unit. Dalam lima bulan Synthesis sudah menjual sebanyak 1.200 unit. Kini pengembang tengah bersiap untuk memulai pembangunan (groundbreaking) mal seluas 35 ribu m2, sementara apartemen akan dibangun kuartal ketiga tahun ini.

“Pasar properti memang turun tapi kita bisa meng-create produk sesuai dengan kebutuhan pasar. Respon konsumen sangat baik,  kami tidak merasakan pasar properti sedang melemah,” ujar Mandrowo Sapto, Managing Director Prajawangsa City kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (3/3).

Unit hunian yang ditawarkan terdiri tipe studio (20,5 m2), 2 kamar (34 m2), dan 3 kamar (51 m2) seharga Rp281-671 juta.

Lokasi

Salah satu kunci sukses Prajawangsa City adalah letaknya sangat strategis. Lokasinya hanya sekitar 1 km dari jalan tol JORR Ulujami-Taman Mini. Pembangunan light rail transit (LRT) Cawang-Cibubur juga menguntungkan Prajawangsa. Stasiun LRT Kampung Rambutan lokasinya tidak terlalu jauh, sekitar 3,5 km. Selain itu lokasinya mudah diakses dari pusat bisnis TB Simatupang yang kini semakin berkembang. Cukup banyak perusahaan asing dan multinasional merelokasi kantornya dari kawasan segitiga emas (Sudirman/Thamrin-Gatot Subroto-Kuningan) ke TB Simatupang. Relokasi ini akan diikuti kebutuhan hunian baik rumah biasa dan apartemen. Harga property di TB Simatupang saat ini rata-rata Rp30 juta/m2, sementara di Prajawangsa harganya berkisar Rp13-13,7 juta/m2. Wajar bila konsumen melirik proyek hasil kerjasama Synthtesis Development dengan Yayasan St Carolus ini.

Menurut Sales and Marketing Manager Prajawangsa Coty Asnedi, dalam enam tahun terakhir koridor TB Simatupang tumbuh lebih cepat dibandingkan seluruh kawasan non CBD lainnya di Jakarta.  Karena itu Coty optimis dengan konsep, fasilitas , dan harga yang menarik proyeknya dapat diterima pasar dengan baik.  “Sasarannya kalangan pekerja muda mulai seharga Rp200 jutaan. Di Jakarta boleh dibilang tidak ada lagi hunian yang ditawarkan seharga ini, apalagi fasilitasnya lengkap dan lokasinya prima,” imbuhnya.

Prajawangsa juga menawarkan konsep hunian kebun yang cukup menarik bagi warga urban. Selain mal dan Rumah Sakit St. Carolus, pengembang juga akan menyediakan Herb Garden dan Spice Garden. Herb Garden merupakan kebun tanaman herbal, sementara Spice Garden kebun tanaman rempah. Para penghuni bisa menanam cabai, tomat, salam, kunyit, jahe, dan tanaman obat maupun rempah lainnya dan memanennya.

“Kebun yang kita sediakan bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan hobi dan menjadi sarana untuk belajar, serta ber interaksi khususnya bagi anak-anak. Kami juga memberikan penawaran menarik dengan cicilan panjang tanpa uang muka hingga 100 kali dan program lain yang tidak kalah menarik,” pungkas Asnedi.

housing-estate.com