Apersi Dorong Perbankan Kucurkan Kredit Pembebasan Lahan

Big Banner

Jakarta – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menilai salah satu permasalahan pengembang saat ini adalah besarnya biaya pembebasan lahan untuk pembangunan proyek.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Apersi DKI Jakarta, Ari Tri Priyono, mengatakan, sejak tahun 2000 perbankan sudah tidak menerima lagi bantuan pembiayaan pembebasan lahan.

“Sebabnya, kala itu banyak kredit macet dan peruntukan yang tidak sesuai seperti lahan yang bukan untuk dikembangkan atau hanya disimpan secara pribadi,” kata Ari dalam diskusi “Kupas Tuntas Pembiayaan Property” di hotel Ibis, Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut, Ari mengatakan, saat ini hanya BTN yang melayani kredit penggantian lahan untuk pengusahaan lahan yang sudah selesai transaksi pembebasan lahan.

“Saat ini, kalangan perbankan sangat ketat untuk melakukan kredit pembelian lahan dan itupun tidak semua bank. Hal ini menjadi kendala kami di lapangan dan tentunya perlu ada terobosan. Apalagi, pemerintah telah mencanangkan program sejuta rumah,” tambahnya.

Dengan kondisi yang sulit tersebut, kata Ari, Apersi berharap perbankan untuk membantu kembali para developer, terutama pemberian kredit untk pembebasan lahan. Terlebih, lanjut dia, mayoritas anggota Apersi merupakan pengembang kecil.

“Kami berharap perbankan mempermudah mendapatkan kredit pembelian lahan, dengan masa panjang, bunga yang rendah. Sehingga pengembang bisa mengerjakan proyek dengan lebih besar lagi,” kata dia.

Gandeng Perusahaan Multifinance

Lebih lanjut Ari menjelaskan, rumitnya izin kredit di perbankan membuat Apersi mencari terobosan baru dalam rangka membantu anggotanya mendapatkan kredit pembiayaan pembelian lahan. Salah satunya, dengan menggandeng perusahaan Multifinance, Verena Multi Finance yang memberikan solusi pembiayaan bagi pengembang dalam membangun properti.

“Adanya lembaga pembiayaan seperti Verena ini sangat membantu pengembang dalam melakukan pembebasan lahan. Mereka bisa memberikan pendanaan hingga Rp 20 miliar,” kata Ari.

Saat ini, lanjut dia, pihak DPD Apersi sudah menandatangani kerjasama dengan Verena dalam mencari solusi pembiayaan lahan. Namun, kata dia, lembaga keuangan ini sifatnya sementara atau hanya jangka waktu pendek.

“Sifatnya kan bridging saja, kalau jangka panjang kasihan pengembang karena bunganya cukup besar. Jadi, kami ada perbankan yang mau membantu pengembang memberikan pembiayaan untuk lahan,” tambahnya.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me