Berjalan Leluasa di Antara Tanaman Berbahaya…

Big Banner

KOMPAS.com – Sebagai bagian dari Festival Taman Internasional di Domaine of Chaumont-Sur-Laoire, Perancis, tim kolaborasi Chalotte Trillaud dan arsitektur Lucien Puech menciptakan ‘les fleurs maudites’ atau ‘bunga terkutuk’. Merespon tema acaranya, yakni ‘the seven deadly sins’ atau ‘tujuh dosa yang mematikan’, pengunjung diajak berjalan-jalan melewati setapak berliku-liku dan tertutup oleh pagar kawat.

Pemasangan jalan setapak itu dilakukan di tengah taman yang dalam sejarahnya ‘tidak dicintai’ karena di dalamnya tumbuh tanaman-tanaman mengandung bahan berbahaya. Koleksi tanaman tersebut antara lain mengandung zat psikotropika, narkotika, dan tanaman entheogen.

Tanaman-tanaman itu ini dibatasi oleh jala untuk menunjukkan bahwa tanaman tersebut berbahaya. Labirin jala tersebut menghubungkan panel-panel yang menyajikan sejarah setiap tanaman. Ujung labirin ini adalah pohon berduri yang tidak tertutup oleh jala.

Pagar kawat taman itu juga disangga oleh baja yang terhubung oleh palang melengkung, yang keseluruhannya dibuat oleh pekerja logam, Jean-Francois Jousse. Dengan mengenalkan penghalang antara pengunjung dan tanaman, pameran ini merefleksikan pemisahan dalam budaya.

Sejak dulu, psikotropika, narkotika, dan tanaman entheogen telah “menenangkan” kemarahan para pria dalam menghadapi impotensi. Mereka mengonsumsi tanaman ini agar mereka merasa nyaman dan lupa akan masalah mereka. Namun, cara mereka itu “haram” ditiru, tetapi harus ditekan, dilarang dan dibatasi”.

Festival taman internasional tahunan tersebut digelar oleh The Domaine of Chaumont-sur-Loire, dan melibatkan 25 taman temporer yang dibuat oleh penata taman, arsitek, dan desainer pada sebidang tanah berukuran 200-250 meter persegi. Setiap tahunnya, pameran ini mengakomodasi 350.000 pengunjung. Tahun ini, pameran ini dibuka sejak 25 April hingga 1 November 2014 mendatang.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me