Bangun Infrastruktur di Papua Tak Cukup 5 Tahun

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Pembangunan infrastruktur fisik di Papua dan Papua Barat menjadi prioritas negara.

Infrastruktur fisik yang dibangun di Papua antara lain berupa Jalan Trans-Papua, bidang Sumber Daya Air (SDA), bidang Cipta Karya, dan perumahan.

Pembangunan berbagai bidang ini memakan waktu yang cukup lama berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025.

“Pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan dalam 5 tahun. Kami mendasarkan pembangunan di Papua pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, saat Diskusi Media “Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua”, di Jakarta, Minggu (5/3/2017).

Selain itu, kata Basuki, pembangunan di Papua juga berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Hilda B Alexander/Kompas.com Jalan Trans Papua

Ia mengatakan, proyek strategis nasional ini memiliki tujuan khusus. Pertama adalah untuk keadilan.

Kedua, sesuai tantangan pemerintah saat ini, pemerataan pembangunan. Ketiga, mengurangi kesenjangan antar-wilayah.

Karena itu Basuki menegaskan untuk konektivitas, dibangunnya Jalan Trans-Papua adalah untuk keadilan.

Baca: Membumikan Harapan Lewat Trans Papua Sisi Selatan

“Kalau Pak Jonan (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan) punya program satu harga BBM, kami juga punya target bagaimana mengurangi harga semen misalnya,” kata Basuki.

Untuk diketahui, harga semen di kabupaten-kabupaten Pegunungan Tengah masih berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per zak.

Sementara berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016, Program Strategis Nasional Bidang PUPR di Provinsi Papua dan Papua Barat, berupa proyek SDA yakni Bendungan Baliem dengan volume 200 juta meter kubik.

Arief Budi Jalan Trans Papua Ruas Merauke-Tanah Merah-Oksibil.

Selain itu, ada 13 ruas jalan yang dibangun di bawah domain Direktorat Jenderal Bina Marga. Berikut daftarnya.

1. Ruas Jalan Kwatisore (Batas Provinsi Papua Barat) – Nabire (Batas Kota) (203,32 kilometer)
2. Ruas Jalan Nabire-Wagete-Enarotali (275,50 kilometer)
3. Ruas Jalan Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena (Usilimo) (513,40 kilometer)
4. Ruas Jalan Wamena-Elelim-Jayapura (585,00 kilometer)
5. Ruas Jalan Kenyam-Dekai ( 284,30 kilometer)
6. Ruas Jalan Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu (284,30 kilometer)
7. Ruas Jalan Dekai-Oksibil (231,60 meter)
8. Ruas Jalan Oksibil-Waropko (135,01 kilometer)
9. Ruas Jalan Waropko-Tanah Merah-Merauke (533,06 kilometer)
10. Ruas Jalan Wagete-Timika (222,43 kilometer)
11. Ruas Jalan Yetti-Ubrub-Towe Hitam-Oksibil (313,74 kilometer)
12. Ruas Jalan Hamadi-Holtekamp-Koya-Skouw/ Batas Papua Nugini (51,83 kilometer)
13. Ruas Jalan Mindiptanah-Kombut (41 kilometer)

 

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me