Dari Segi Harga Sewa Kantor, Jakarta Nomor 16 se-Asia Pasifik

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Kondisi aktual pasar perkantoran Jakarta dinilai sudah kelebihan pasokan alias over supply. Sementera permintaan tak kunjung membaik.

Untuk menyiasati agar ruang-ruang kantor tetap terisi di tengah persaingan yang sangat ketat, mau tidak mau pengelola menerpakan strategi menurunkan harga sewa.

Berdasarkan hasil riset dari Cushman and Wakefield, ranking biaya sewa kantor di Jakarta dibandingkan kota-kota di Asia Pasifik terus menurun.

Pada kuartal IV-2016, Jakarta menempati peringkat 16 dari 30 kota di Asia Pasifik. Sementara pada kuartal III-2016, Jakarta berada di peringkat 15 dan peringkat 14 pada kuartal IV-2015.

Jika dikonversi, biaya sewa kantor per bulan di Jakarta rata-rata 2,72 dollar per kaki persegi.

Ada pun peringkat pertama masih ditempati oleh Hongkong sejak kuartal IV-2015 dengan rata-rata biaya sewa per bulan 11,53 dollar AS per kaki persegi.

“Tahun 2016 adalah tahun di mana negara-negara Asia Pasifik dengan ekonomi besar tercatat stabil,” tulis hasil riset tersebut.

Pertumbuhan di Filipina dan Vietnam yang kuat dilatarbelakangi oleh perdagangan domestik yang solid, meskipun beberapa rintangan terjadi pada akhir tahun.

Kuartal keempat 2016 ditandai dengan beberapa peristiwa seperti perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat (AS), disintegrasi Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), demonetisasi uang kertas di India, skandal politik di Korea Selatan, dan dimulainya kenaikan suku bunga US Federal Reserve.

CTBUH Shanghai Tower

Sementara itu, ekonomi China menunjukkan kekuatan baru dengan ditandai adanya pertumbuhan 6,8 persen secara tahunan.

Jepang juga memiliki pertumbuhan berkelanjutan sebesar 1,0 persen yang disebabkan oleh pemulihan ekspor karena mata uang yang terdepresiasi.

Pertumbuhan permintaan terus terjadi di tingkat regional. Secara keseluruhan, permintaan ini sejalan dengan perkiraan penyerapan yang hampir mencapai 85 juta kaki persegi.

Dari total tersebut, Bengaluru mencetak okupansi tertinggi di hampir 12 juta meter persegi, diikuti oleh Sydney, Tokyo, Manila, dan Hyderabad.

Pasar inti lain seperti Hongkong dan Seoul menunjukkan penyerapan di bawah tren yang ada.

Skala besar pasokan baru di Beijing dan Shanghai telah mulai mendorong kekosongan dan berdampak pada harga sewa pada 2016.

Jakarta masih berkembang

Pasar di Asia Tenggara yang masih berkembang seperti Jakarta, Manila, dan Ho Chi Minh terjadi di tengah-tengah ledakan konstruksi.

www.shutterstock.com Perkantoran Central Business District Jakarta akan diwarnai tambahan pasokan baru seluas 3,2 juta meter persegi hingga 2019.

Banyaknya pilihan ruang dapat menarik penyewa di Jakarta. Relokasi dan konsolidasi diharapkan dapat mendorong aktivitas pasar.

Sementara itu, siklus pembangunan di Australia mengarah kepada kenaikan sewa yang signifikan khususnya di Sydney dan Melbourne.

Demikian pula, lebih dari 50 persen dari pra-sewa di proyek-proyek mendatang dan ketat lowongan terus mendorong peningkatan penawaran di Bengaluru dan Hyderabad.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me