Apa Sih Penghargaan Bergengsi Arsitektur Pritzker Prize?

Big Banner
Bangunan yang Didesain oleh Norman Foster, Arsitek yang Memenangkan Pritzker Prize 1999 (Rumah123/Archdaily)

Tiga arsitek asal Spanyol, Rafael Aranda, Carme Pigem, dan Ramon Vilalta terpilih sebagai pemenang penghargaan Pritzker Prize 2017.

Mereka akan mendapatkan hadiah uang sebesar US 100.000 dollar (Rp 1,3 miliar) dan juga menerima medali perunggu dalam acara yang akan diselenggarakan di State Guest House, Tokyo, Jepang pada 20 Mei 2017 mendatang.

Baca juga: Arsitek CN Tower Meraih Penghargaan Medali Emas RAIC 2017

Aranda, Pigem, dan Villata yang merupakan pendiri biro arsitek RCR Arquitectes ini menjadi pemenang Pritzker Prize ke-39.

Pritzker Prize merupakan penghargaan paling bergengsi bagi arsitek yang masih hidup. Penghargaan ini diberikan pertama kali pada 1979 silam.

Baca juga: Kapasitas Stadion Lama Minim, Oakland Raiders Bangun Stadion Futuristik

Sebenarnya apa sih penghargaan arsitektur Pritzker Prize? Pritzker Prize merupakan penghargaan tahunan yang diberikan untuk menghormati arsitek yang masih hidup atau arsitek yang hasil karya bangunan bisa menampilkan kombinasi kualitas talenta, visi, dan komitmen.

Hasil karya ini juga memberikan kontribusi signifikan dan konsisten untuk kemanusiaan dan membangun lingkungan melalui disiplin seni arsitektur.

Baca juga: Tiga Arsitek Spanyol Meraih Penghargaan Bergengsi Arsitektur Pritzker Prize 2017

Penghargaan ini digagas dan dibiayai oleh konglomerat asal Amerika Serikat, Jay A. Pritzker dan istrinya, Cindy Pritzker pada 1979.

Keluarga Pritzker merupakan keluarga kaya di AS. Mereka masuk dalam keluarga kaya dunia versi majalah bisnis terkemuka Forbes dengan total kekayaan mencapai 29 miliar dollar AS (Rp387 triliun).

Baca juga: Gedung Rancangan Renzo Piano Ramaikan Distrik SoMa San Francisco

Penghargaan Pritzker Prize ini dianggap salah satu penghargaan paling bergengsi untuk arsitektur dan dianggap setara dengan Hadiah Nobel untuk arsitektur.

Sederetan arsitek kelas dunia pernah memenangkan penghargaan ini. Mendiang arsitek asal Inggris. Zaha Hadid memenangkan pada 2004. Dia menjadi arsitek wanita pertama yang memenangkannya.

Baca juga: Hmm, Inilah 5 Kota Terbaik untuk First Time Home Buyer (Bagian 3)

Sementara itu, pemenang Pritzker Prize dalam satu firma pernah dimenangkan oleh Jacques Herzog dan Pierre de Meuron dari firma Herzog & de Meuron. Biro arsitek berdiri pada 1978 dan berkantor pusat di Basel Swiss.

Dua pemenang lainnya adalah Kazuyo Sejima dan Ryue Nishizawa pada 2010. Mereka memiliki SANAA (Sejima and Nishizawa and Associates). Biro arsitek ini berdiri pada 1996.

Baca juga: Hmm, Inilah 5 Kota Terbaik untuk First Time Home Buyer (Bagian 2)

Sejima menjadi wanita kedua yang memenangkan Pritzker Prize, sementara Nishizawa berhasil menjadi pemenang termuda pada 2010. Saat itu, Nishizawa baru berusia 44 tahun.

Sejumlah arsitek dunia juga pernah memenangkannya seperti Ieoh Ming Pei (Amerika Serikat, 1983); Richard Meier (AS, 1984); Oscar Niemeyer (Brasil, 1988); Frank Gehry (AS, 1989); Tadao Ando (Jepang, 1995); Norman Foster (Inggris, 1999); hingga Jean Nouvel (Prancis, 2008).

Baca juga: Hmm, Inilah 5 Kota Terbaik untuk First Time Home Buyer (Bagian 1)

Mendiang Niemeyer sendiri merupakan salah satu figur penting dalam dunia arsitektur modern. Arsitektur modern muncul pada abad 20 dan berkembang setelah Perang Dunia II.

Desain arsitektur ini berkembang dengan adanya teknologi baru pada jaman itu yang mengaplikasikan kaca, baja, dan beton.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me