Mengenal Lebih Jauh Dr. Ir. Hj. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd,

Big Banner

Dua Puluh Delapan Tahun Bukan Waktu Yang Singkat Untuk Membesarkan Suatu Perusahaan. Terlebih Perusahaan Properti, Yang Notabene Sangat Bergantung Pada Iklim Ekonomi Dalam Negeri. Namun, Giwo Rubianto Mampu Melewati Semua Tahapan Tersebut Dengan Baik. Tidak Gegabah Dalam Berinvestasi Dan Mengutamakan Prinsip Kehati-Hatian Adalah Kunci.

TAK ada yang berubah dari sesosok wanita satu ini. Tetap ramah dan terbuka, namun selalu serius ketika berbicara tentang ide dan kebijakan yang berhubungan dengan bidang pekerjaannya. Dialah Sri Woerjaningsih atau biasa disapa Giwo Rubianto. Lama tak terdengar di jagad properti dalam negeri, bukan berarti wanita dengan segudang kegiatan sosial ini memilih mundur dan hanya berdiam diri dari bisnis properti. Sebaliknya, Giwo justru semakin matang dalam mengeksplorasi bakat bisnisnya secara presisi.

“Beberapa tahun terakhir saya memang cukup aktif di organisasi-organisasi dan lembaga sosial, namun saya tetap menjalankan operasional perusahaan, khususnya peningkatan pelayanan terhadap konsumen. Saya juga tetap mengikuti ber-bagai perkembangan properti yang terjadi hari ini,” ujar entrepreneur yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), tersebut. Menurut Giwo, dengan perkembangan teknologi yang makin pesat, informasi seputar properti dapat diperoleh dengan mudah, kapan pun dan dari mana saja, misalnya dari karyawan, laporan-laporan media, rapat bulanan, konsultan properti bahkan tenaga pemasaran.

“Sudah lebih dari 25 tahun saya terjun di dunia properti dan masih belum tertarik untuk beralih ke bisnis lain. Hal ini karena sektor properti adalah bisnis yang sangat prospektif sehingga menjadi investasi utama dan paling menjanjikan,” ujar wanita kelahiran Bandung, 54 tahun silam ini.

Bumisatu Group didirikan pada tahun 1989 oleh Giwo Rubianto dibantu sang suami Ir. H. Rubianto Wiyogo. Di bawah bendera Bumisatu Group, beberapa proyek sukses dikembangkan oleh mantan model pemegang gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta ini, sebut saja; Menteng Residence Apartment di Menteng Jakarta Pusat, Hotel Bumi Ubud Resort di Bali, Perumahan Pondok Indah Serang, Banten, Town House Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Warehouse & Office Building, Jakarta Utara serta beberapa diversifikasi usaha seperti SPBU, dan jasa konsultan Lansekap.

Giwo tak menampik jika sejak beberapa tahun terakhir nama Bumisatu sebagai developer nyaris tenggelam. Namun, hal tersebut bukan berarti Bumisatu telah “lempar handuk” dari industri properti nasional. “Sebenarnya kalau mau all out di awal kita bisa saja seperti yang lain. Namun, kami tidak mau secara sembarangan. Bumisatu masih berjalan dan terus berinvestasi, namun lebih mengutamakanprinsip kehati-hatian. Sehingga aset yang ada tetap berkembang dan lebih terstruktur,” sebut ibu empat orang putra dan dua cucu, yang mengaku mulai mengalihkan estafet kepemimpinan Bumisatu Group secara bertahap pada generasi kedua di keluarganya.

Ekspansi ke perkantoran dan hotel

Meski kondisi perekonomian secara nasional belum pulih benar, Giwo tetap optimis jika industri properti dalam negeri akan pulih dan kembali booming seperti beberapa tahun lalu. Sikap optimistis ini pula yang membuat dirinya haqqul yaqin untuk kembali meluncurkan beberapa proyek terbaru, yaitu One World Hill Hotel di Cisarua, Puncak, Bogor serta JDC Mixed Use @ Kapuk Lot C di dalam kawasan Pergudangan Jakarta Distribution Centre, Kapuk Kamal, Jakarta Utara.

One World Hill Hotel dikembangkan di atas total lahan seluas 5 hektar, sementara total luas bangunan mencapai 9000 m2. Hotel dengan tinggi 7 lantai ini nantinya akan merangkum sebanyak 150 kamar dan berbagai fasilitas seperti taman bermain, jogging track, taman rekreasi, kebun strawberry serta fasilitas lainnya. Tak kurang sekitar Rp100 miliar nilai investasi yang dipersiapkan Bumisatu untuk hotel yang diarsiteki Sardjono Sani, tersebut.

Serupa dengan One World Hill Hotel, untuk JDC Mixed Use rencananya akan mulai diluncurkan pada tahun ini. JDC Mixed Use yang terdiri dari perkantoran setinggi 18 lantai, hotel 16 lantai dan area komersial ini rencananya akan dikembang kan di atas total lahan seluas 3,6 hektar.

Bumisatu sendiri saat ini tengah memasarkan sebanyak 20 unit ruko di dalam kawasan Pergudangan Jakarta Distribution Centre di Kapuk Kamal, Jakarta Utara. Ruko yang menyasar UKM ini terdiri dari 3 lantai dengan luas bangunan mulai dari 257/95 m2 sampai tertinggi 457/1064 m2. Adapun, harga yang dibanderol mulai dari Rp2 miliar sampai Rp6 miliar. “One World Hill Hotel dan JDC Mixed Use dalam waktu dekat akan segera kita luncurkan. Kalau tidak ada halangan tahun ini sudah dalam proses pembangunan,” jelas Giwo, optimis.

Pengusaha sekaligus aktivis perempuan dan anak

Selain dikenal sebagai pengusaha properti, Giwo juga berkecimpung di ba nyak organisasi dan lembaga sosial. Kondisi inilah yang akhirnya membuat Giwo harus rela membagi waktunya di dua bidang yang berbeda. Organisasi pertama yang digelutinya adalah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) pada awal tahun 1990-an, dan berlanjut sebagai salah satu Ketua DPD IWAPI DKI Jakarta periode 1994-1997.

Tak lama berselang, Giwo akhirnya bergabung bersama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi dan Ketenagakerjaan. Pada tahun 1999, dirinya sukses menginisiasi acara Kowani Fair atau konsep pameran yang menampilkan produk-produk UKM. Tak hanya itu, di tahun berikutnya, Giwo diusulkan untuk menjadi anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Setelah mengikuti seleksi dan proper test, Ia bersama sembilan anggota lainnya berhasil lolos dari
500 calon anggota yang mengikuti tes. Karirnya terus melesat hingga akhirnya didapuk sebagai Ketua KPAI. Setelah tiga tahun menjabat, tepat nya pada tahun 2007, masa kepemimpinan Giwo di KPAI berakhir. Na mun, ia terus aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan aktivitas sosial diantaranya Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2014-2019, Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera, Ketua Umum YPWI ISWI (Yayasan Pendidikan Wanita Indonesia), Ketua Umum Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI), dan anggota IALI (Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia).

Tak hanya lingkup nasional, di kancah internasional Giwo tercatat sebagai anggota national alliance Council (NAC) dari Global White Ribbon Alliance, organisasi International yang memiliki fokus dalam bidang kesehatan perempuan dan anak dengan misi utama menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Giwo juga menjadi Coordinator of Communication di organisasi International Council of Women (ICW). MPI Riz. (Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.)

mpi-update.com