Memetik Manfaat Lewat Investasi Asing di Indonesia

Big Banner

Majalah Properti Indonesia, (MPI) edisi maret 2017 menurunkan laporan utama tentang serbuan pengembang asing di Indonesia. Salah satunya adalah tentang manfaat kehadiran investor asing di Indonesia.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 255 juta, Indonesia menawarkan pasar domestik yang sangat luas. Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia, Investasi asing dapat dilakukan dalam dua bentuk, yaitu investasi portofolio dan investasi langsung.

Investasi portofolio dilakukan melalui pasar modal dengan instrument surat berharga seperti saham dan obligasi. Sedangkan investasi langsung dikenal dengan Penanaman Modal Asing (PMA), merupakan bentuk investasi dengan jalan membangun, membeli total atau mengakuisisi perusahaan.

Penanaman modal asing atau investasi seringkali diartikan dalam pengertian yang berbeda-beda. Karena itu, perbedaan penggunaan istilah investasi terletak pada cakupan dari makna yang dimaksudkan.

Secara umum, investasi asing juga dibagi menjadi dua, yaitu investasi asing langsung dan investasi tak langsung. Investasi asing langsung adalah investasi yang langsung ditanamkan dengan mendirikan perusahaan di industri atau bidang usaha tertentu se perti, properti, pertanian, pertambangan dan lain sebagainya.

Investasi di sektor riil sangat penting karena dapat memberi manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan industri, dan penggarapan berbagai sumber daya ekonomi. Sementara, investasi tidak langsung banyak dilakukan dalam bentuk saham korporasi, surat obligasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Surat Utang Negara (SUN).

Masuknya modal asing bagi perekonomian Indonesia bisa dibilang merupakan tuntutan keadaan bagi ekonomi maupun politik Indonesia. Di mana investasi melalui modal asing secara langsung lebih baik daripada penarikan dana melalui pinjaman luar negeri, sebab melalui penanaman modal asing secara langsung, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih mudah dikontrol, sebab para investor asing harus tunduk pada kekentuan hukum di Indonesia, sedangkan melalui pinjaman luar negeri, akan dikenai aturan-aturan yang berasal dari pihak pemberi pinjaman.

Secara garis besar, penanaman modal asing terhadap pembangunan bagi Memetik Manfaat Lewat Investasi Asing negara sedang berkembang dapat diperinci menjadi lima bagian. Pertama, sumber dana eksternal (modal asing) yang dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai dasar untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kedua, pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti dengan perpindahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal asing dapat berperan penting dalam memobilisasi dana maupun transformasi struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktural benar-benar terjadi meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif. Kelima, bagi negaranegara sedang berkembang yang tidak mampu memulai membangun industriindustri berat dan industri strategis.

Selama ini investor domestik di negara sedang berkembang enggan melakukan usaha yang beresiko tinggi seperti eksploitasi sumber-sumber daya alam yang belum dimanfaatkan dan membuka lahan-lahan baru, maka hadirnya investor asing akan sangat mendukung merintis usaha.

Hal ini menunjukkan bahwa modal asing cenderung menaikkan nilai produktifitas, kinerja dan pendapatan nasional. Sebelumnya, dalam laporan World Investment Report 2015 yang dirilis United Nations Conference Trade and Development (UNCTAD), sebuah organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mencatat pertumbuhan investasi asing atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia sepanjang 2014 merupakan yang tertinggi kedua di kawasan Asia Timur atau tertinggi di kawasan ASEAN.

Dalam laporan tersebut Indonesia tercatat mengalami kenaikan penanaman modal asing sebesar 20 persen atau sebesar US$ 22,6 miliar dibanding tahun sebelumnya US$ 18,8 miliar. MPI Riz/dbs. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

nesia, (MPI) edisi Maret 2017 menurunkan laporan utama tentang serbuan pengembang asing di Indonesia. Salah satunya adalah tentang manfaat kehadiran investor asing tersebut.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 255 juta, Indonesia menawarkan pasar domestik yang sangat luas. Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia, Investasi asing dapat dilakukan dalam dua bentuk, yaitu investasi portofolio dan investasi langsung.

Investasi portofolio dilakukan melalui pasar modal dengan instrument surat berharga seperti saham dan obligasi. Sedangkan investasi langsung dikenal dengan Penanaman Modal Asing (PMA), merupakan bentuk investasi dengan jalan membangun, membeli total atau mengakuisisi perusahaan.

Penanaman modal asing atau investasi seringkali diartikan dalam pengertian yang berbeda-beda. Karena itu, perbedaan penggunaan istilah investasi terletak pada cakupan dari makna yang dimaksudkan.

Secara umum, investasi asing juga dibagi menjadi dua, yaitu investasi asing langsung dan investasi tak langsung. Investasi asing langsung adalah investasi yang langsung ditanamkan dengan mendirikan perusahaan di industri atau bidang usaha tertentu se perti, properti, pertanian, pertambangan dan lain sebagainya.

Investasi di sektor riil sangat penting karena dapat memberi manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, pertumbuhan industri, dan penggarapan berbagai sumber daya ekonomi. Sementara, investasi tidak langsung banyak dilakukan dalam bentuk saham korporasi, surat obligasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Surat Utang Negara (SUN).

Masuknya modal asing bagi perekonomian Indonesia bisa dibilang merupakan tuntutan keadaan bagi ekonomi maupun politik Indonesia. Di mana investasi melalui modal asing secara langsung lebih baik daripada penarikan dana melalui pinjaman luar negeri, sebab melalui penanaman modal asing secara langsung, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat lebih mudah dikontrol, sebab para investor asing harus tunduk pada kekentuan hukum di Indonesia, sedangkan melalui pinjaman luar negeri, akan dikenai aturan-aturan yang berasal dari pihak pemberi pinjaman.

Secara garis besar, penanaman modal asing terhadap pembangunan bagi Memetik Manfaat Lewat Investasi Asing negara sedang berkembang dapat diperinci menjadi lima bagian. Pertama, sumber dana eksternal (modal asing) yang dapat dimanfaatkan oleh negara sedang berkembang sebagai dasar untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kedua, pertumbuhan ekonomi yang meningkat perlu diikuti dengan perpindahan struktur produksi dan perdagangan. Ketiga, modal asing dapat berperan penting dalam memobilisasi dana maupun transformasi struktural. Keempat, kebutuhan akan modal asing menjadi menurun segera setelah perubahan struktural benar-benar terjadi meskipun modal asing di masa selanjutnya lebih produktif. Kelima, bagi negaranegara sedang berkembang yang tidak mampu memulai membangun industriindustri berat dan industri strategis.

Selama ini investor domestik di negara sedang berkembang enggan melakukan usaha yang beresiko tinggi seperti eksploitasi sumber-sumber daya alam yang belum dimanfaatkan dan membuka lahan-lahan baru, maka hadirnya investor asing akan sangat mendukung merintis usaha.

Hal ini menunjukkan bahwa modal asing cenderung menaikkan nilai produktifitas, kinerja dan pendapatan nasional. Sebelumnya, dalam laporan World Investment Report 2015 yang dirilis United Nations Conference Trade and Development (UNCTAD), sebuah organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mencatat pertumbuhan investasi asing atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia sepanjang 2014 merupakan yang tertinggi kedua di kawasan Asia Timur atau tertinggi di kawasan ASEAN.

Dalam laporan tersebut Indonesia tercatat mengalami kenaikan penanaman modal asing sebesar 20 persen atau sebesar US$ 22,6 miliar dibanding tahun sebelumnya US$ 18,8 miliar. MPI Riz/dbs. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me