Kota Berkelanjutan Menjadi  Agenda Masa Depan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Empat puluh tahun terakhir jumlah penduduk perkotaan meningkat cukup signifikan. Tahun 1976 penduduk di perkotaan baru mencapai 37,9 persen kemudian menjadi 45,1 persen tahun 1996, dan 2016 jumlahnya menjadi 54,5 persen. Jumlah penduduk yang cukup besar ini menimbulkan berbagai masalah perkotaan, seperti kemiskinan, kawasan kumuh, dan kriminalitas.

Instalasi Air Minum

Instalasi Air Minum

Masalahnya menjadi tidak mudah diatasi karena terbatasnya dana pemerintah untuk mengelola dan membangun kawasan perkotaan. Masalah lain yang dihadapi adalah tidak terkendalinya tata ruang, perubahan tata guna lahan, dan masalah sosial lain akibat lemahnya pengelolaan sumber daya manusia.

Dampak dari persoalan itu kota menjadi rentan secara sosial dan ekonomi. Kota yang bagus atau tangguh adalah apabila secara fisik , sosial, dan ekonomi mampu menjawab segala permasalahan perkotaan. “Kota harus bisa menyediakan air minum, mengelola air limbah, daur ulang, menerapkan pembangunan green building, memiliki sistem transportasi massal yang terintegrasi, punya manajemen pengelolaan bencana, dan sebagainya,” ujar Menpupera Basuki Hadimuljono pada acara Business and Policy Round Table for Implementation of Resilient Cities di Jakarta, Kamis (9/3).

Saat ini PBB punya program untuk menyeleksi 100 resilient cities (kota tangguh) terbaik di dunia dan beberapa kota di Indonesia seperti Semarang dan Jakarta yang tengah mengejar prestasi untuk menjadi bagian dari 100 kota tangguh di dunia. Beberapa upaya tengah dilakukan pemerintah khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat perkotaan.

Menurut Basuki, pembenahannya tidak mudah  karena kota-kota di Indonesia kondisi geografis dan penduduknya sangat variatif. Perlu upaya dan inovasi baru agar layanan dasar dapat terpenuhi.  Salah satu upaya yang dilakukan Kemenpupera adalah mengembangkan kota-kota tematik dengan memerhatikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi.  “Akses pelayanan dasar menjadi agenda semua kota, dengan itu akan terwujud  kota yang inklusif, aman, berketahanan, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me