Kemenpupera Garap Proyek Tanggul Banjir Jakarta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Jakarta yang berada di dataran rendah dan dilalui 13 aliran sungai menjadikan kawasannya rawan banjir. Kiriman air dari hulu diperparah oleh rob (limpasan air laut) dari pantai utara Jakarta akibat pengelolaan pantai yang serampangan dan pembangunan yang tidak terkendali di sekitar pantai. Untuk mencegah rob makin parah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) melaksanakan proyek Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Cegah-Banjir-Rob-Kementerian-PUPR-Bangun-Tanggul-di-Laut-Jakarta

Menurut Menpupera Basuki Hadimuljono, proyek ini dilakukan dengan 2 pendekatan, jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek saat ini tengah fokus dikerjakan pembangunan tanggul pesisir pantai melalui penguatan dan peninggian tanggul pantai serta tanggul muara sepanjang 20 km.

“Pengamanan pantai untuk mencegah rob ini totalnya mencapai 120 km yang terdiri dari tanggul pantai dan tanggul muara. Yang menjadi tanggung jawab Kemenpupera 20 km dan saat ini tengah dikerjakan 4,5 km yang akan selesai tahun 2018. Ini untuk prioritas pencegahan banjir di 3 titik yaitu Muara Kamal, Pluit, dan Kalibaru karena penurunan permukaan tanahnya drastis mencapai 11-12 cm/tahun,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/3).

Beberapa paket pekerjaan yang tengah dikerjakan di Muara Baru, Pluit, dan Penjaringan sepanjang 2.300 m dengan pelaksana Waskita Karya dan Adhi Karya. Nilai kontraknya Rp379 miliar dan saat ini sudah terbangun sepanjang 603 m. Kemudian di Kali Baru, Cilincing, sepanjang 2.200 m dengan nilai kontrak Rp405 miliar dan sudah terbangun sepanjang 681 m.

Untuk program jangka panjang pembangunan tanggul laut saat ini tengah dilakukan studi kelayakan bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan dan Belanda. Program NCICD ini akan diawali dengan pemantapan masterplan NCICD yang akan direview oleh Bappenas untuk menjadi program yang lebih terintegrasi. NCICD sendiri bukan hanya proyek pencegah banjir tapi untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup Jakarta secara keseluruhan.

“Sekarang pihak Korea sedang mengkaji studi kelayakan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang sudah pernah dikerjakan di negaranya. Sementara pihak Belanda melakukan pengkajian dari aspek kelembagaan, pembiayaan, dan keterlibatan swasta. Proses ini diharapkan bisa selesai dalam waktu 2 tahun,” pungkasnya.

housing-estate.com