Presiden Jokowi Dorong Industri Furnitur Lebih Kompetitif Lagi

Big Banner
Indonesia International Furniture Expo 2017 (Rumah123/Dodiek Dwiwanto)

Indonesia termasuk produsen furnitur dan kerajinan terbesar di dunia. Kualitas produk Indonesia dalam hal ini sudah mendapatkan apresiasi di pasar internasional.

Akan tetapi, nilai ekspor Indonesia ternyata masih kalah dari negara tetangga Vietnam. Sejumlah kendala dihadapi para produsen dan eksportir furnitur dan kerajinan Indonesia.

Baca juga: Pasar Furnitur Hunian dan Perkantoran Terus Berkembang Pesat

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Soenoto, saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017, Sabtu (11/3).

IFEX 2017 diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, dari 11 Maret hingga 14 Maret 2017.

Baca juga: Hmm, Ini Dia Tren Furnitur dan Interior Terbaru dari Informa

Presiden Joko Widodo menyatakan, pemerintah berkomitmen memajukan industri furnitur dan kerajinan dengan berupaya menghilangkan hambatan dan kendala yang dihadapi HIMKI.

Presiden berjanji akan membicarakan masalah ini bersama sejumlah kementerian terkait, yakni perindustrian, perdagangan, pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, BUMN, serta lembaga terkait sebut saja Badan Ekonomi Kreatif.

Baca juga: Desainer Furnitur Gencar Membidik Target Pasar Generasi Penyewa

“Industri furnitur dan kerajinan itu penting karena pertama, bahan baku 100 persen Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

“Kedua, menyerap tenaga kerja yang banyak sekali dan ketiga orientasinya ekspor, menghasilkan devisa,” kata presiden melanjutkan.

Baca juga: Perpaduan Dinding Bercat Putih dengan Furnitur Warna Warni, Berani Coba?

Kalau hambatan bisa dikurangi, produk furnitur dan kerajinan Indonesia bisa lebih bersaing lagi dengan produk negara lain.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me