Langgar Aturan, Pembangunan “Gateway Park” Dianulir

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Rencana penambahan satu properti komersial lagi di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan bernama Gateway Park dipastikan urung berjalan karena dianggap menyalahi aturan yang ada.

Gateway Park pada awalnya bakal dibangun di Jalan Pintu I Senayan. Proyek ini memadukan pusat olahraga, dan ruang ritel bergenre modern.

Baca: Satu Lagi Properti Komersial akan Hadir di Senayan

“Pembangunan di pintu I Senayan tidak mungkin karena sepanjang jalan itu merupakan area hijau sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang RDTR Jakarta dan kami akan pertahankan itu,” jelas Direktur Utama Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPK-GBK) Winarto, kepada KompasProperti, di Kantor PPK-GBK Jakarta, Senin (13/3/2017).

Upaya tersebut juga secara langsung merupakan cara PPK-GBK untuk menunjukkan komitmen mengembalikan kompleks GBK seperti fungsi awal, yakni sebagai fasilitas olahraga sekaligus kawasan resapan air dan paru-paru kota atau ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik.

Tak hanya itu, Winarto juga menjelaskan pihaknya bakal segera memulai penanaman pohon-pohon di area bekas driving range Senayan.

Baca: Kawasan GBK Senayan Makin Disesaki Properti Komersial

Selain itu, juga untuk menggenapi RTH Jakarta menjadi 30 persen sesuai Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

“Kritik dari masyarakat memang betul, makanya kami mulai bulan depan akan menanam pohon-pohon besar setinggi 5 meter-an di eks driving range sehingga pada Asian Games 2018 nanti publik bisa merasakan hutan kota yang hijau,” tambah dia.

Selain itu, PPK-GBK juga akan meninjau kembali kerja sama mereka dengan mitra-mitranya dan berkomitmen menghentikannya apabila terbukti melanggar Perda Tata Ruang DKI Jakarta.

Baca: 2016 Pengelola Kompleks GBK Senayan Raup Rp 210 Miliar

Oleh sebab itu, Winarto memastikan tahun ini tidak akan ada investor baru yang masuk untuk berinvestasi di Kompleks GBK.

Kendati begitu PPK-GBK bakal terus mencari solusi-solusi terkait kerja sama dengan pihak swasta agar tidak melanggar aturan yang ada karena mau tak mau kerja sama dengan mitra tersebut membuat pemasukan PPK-GBK menjadi lebih maksimal.

“Untuk sekarang tidak ada, tetapi kami carikan solusi yang masih dimungkinkan seperti apa. Karena kami harus taat peraturan dan hukum, kemudian equal proporsinya serta ketiga harus clear, clean, transparan, dan tidak neko-neko,” tuntas Winarto.

Baca: Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Kompleks GBK Senayan Ditinjau Ulang

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me