Rumah Tahan Gempa Antisipasi Dini Saat Lindu Datang (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia edisi maret 2017 menurunkan ulasan tentang konstruksi rumah tahan gempat. Disebutkan prinsip dasar rumah tahan gempa ada dua, yaitu kekakuan struktur dan fl eksibilitas peredaman. Caranya dengan membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan bersama-sama dan proporsioanal. Bangunan harus dapat bertahan apabila mengalami perubahan bentuk yang diakibatkan oleh gempa.

Indonesia dikenal sebagai negara yang berada di cincin api atau ring of fire sehingga menjadi rawan terjadinya gempa bumi. Selama Januari 2017 saja, gempa bumi mengguncang be berapa wilayah di Indonesia seperti di Sumbawa Barat-NTT, Pulau Morotai-Malut, Pangandaran-Jabar, Nias-Sumut, Pesisir Selatan-Sumbar, Sangihe-Sulut, Bengkulu, Bantul-Yogyakarta, Rokan Hulu-Riau, Ternate- Malut, dan Sukabumi.

Banyaknya korban berjatuhan sebenarnya bukan disebabkan oleh fenomena alam yang biasa disebut Lindu oleh masyarakat Jawa, tetapi dikarenakan tertimpa bangunan yang rusak atau runtuh. Benny Puspantoro, dalam buku Konstruksi Bangunan Gedung Tidak Bertingkat menyebutkan, kerusakan pada bangunan rumah yang disebabkan oleh gempa bumi antara lain pecahnya fondasi dan lantai yang mengakibatkan bangunan turun atau miring lalu dinding, rangka pintu atau jendela retak atau pecah.

Kemudian rangka bangunan, plafon, atap, mengalami perubahan bentuk menjadi tidak sempurna atau pergeseran ke arah horisontal dan menjadi labil. Paling total adalah bangunan rubuh. Menyadari peluang gempa yang cukup besar, sudah seharusnya bangunan atau rumahrumah di Indonesia dibangun sesuai dengan Undang-undang Bangunan Gedung No.28/2002.

Seiring perkembangan teknologi, bangunan tahan gempa pun terus dikembangkan. Kini, cukup banyak bangunan tahan gempa yang ditawarkan dan bisa dipilih oleh masyarakat agar kerugian akibat gempa bumi bisa diminimalisir.

Bangunan tahan gempa yang dimaksud adalah bangunan yang apabila digoyang gempa ringan tidak mengalami kerusakan apa-apa, digoyang gempa sedang hanya mengalami kerusakan pada elemen non struktural saja, dan bila digoyang gempa besar bisa mengalami kerusakan pada elemen non struktural maupun struktural tetapi bangunan tersebut tetap berdiri dan tidak rubuh.

Prinsip dasar pada rumah tahan gempa ada dua, yaitu kekakuan struktur dan fleksibilitas peredaman. Caranya adalah dengan membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan bersama-sama dan proporsioanal. Bangunan harus dapat bertahan apabila mengalami perubahan bentuk yang diakibatkan oleh gempa.

Prinsip kekakuan struktur rumah, menjadikan struktur lebih solid terhadap goncangan. Terbukti, struktur kaku seperti beton bertulang, jika dibuat dengan baik, dapat meredam getaran gempa. Maka pada saat pembangunan, struktur haruslah dibuat dengan lebih kuat dan kaku. Kekakuan struktur dapat menghindarkan kemungkinan bangunan runtuh saat gempa terjadi.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan terus mendorong pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) di wilayah rawan gempa. Adanya model rumah ini, diharapkan dapat meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh gempa sehingga kerugian yang diderita masyarakat bisa dikurangi.

Risha mulai direkayasa oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) dan Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR sejak tahun 2002 karena berpijak pada keputusan menteri, Kepmen Kimpraswil No. 403/KPTS/M/2002, tentang Pedoman Teknis Rumah Sederhana Sehat. Dua tahun kemudian, tepatnya tanggal 20 Desember 2004, teknologi Risha diluncurkan oleh Kementerian PUPR.

“Teknologi Risha pada intinya adalah rumah tahan gempa. Jadi memang diperuntukkan untuk daerah-daerah yang memang rawan terjadinya gempa,” ungkap Syarif Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. Saat ini, lanjut dia, Kemterian PUPR tengah mendorong pembangunan Risha di daerah gempa.

Untuk pembangunan Risha, kata Syarif, selain menggunakan teknologi bangunan terkini juga diharapkan mempercepat proses pembangunan rumah warga. Namun demikian, sumber daya manusia yang berkompeten dalam pembangunan Risha masih sedikit. “Kami akan terus berupaya mensosialisasikan teknologi Risha kepada masyarakat luas serta para pengembang dan tukang-tukang bangunan sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya,” tambah Syarif.

Risha teruji tahan gempa hingga kekuatan delapan skala richter (SR) dan delapan Mercalli Modify Intensity (MMI). Hal itu disebabkan modul berbentuk kubus dengan ukuran tiga kali tiga meter, sehingga memiliki kekuatan yang sama. Jika terjadi gempa, kubus tersebut akan bergerak bersama dan kekuatannya dibagi rata sehingga tidak akan runtuh. Sementara sambungan teruji bisa menahan beban hingga 30 ton. Beton yang dibuat memiliki daya tahan hingga 100 tahun, tahan rayap, tahan air, dan tahan cuaca.

Di Yogyakarta, Risha tersedia mulai dari 9 m2 hingga 90 m2. Harga yang dibanderol mulai dari Rp19,8 juta hingga Rp198 juta. Dengan harga tersebut, pembeli sudah mendapatkan Risha yang sudah jadi dengan lantai keramik, dinding asbes, dan rangka atap kayu. Namun, pemilik bisa meminta jenis lantai, atap, maupun dinding seusia keinginan dan ada penyesuaian biaya. Keunggulannya, Risha ini bisa dibongkar pasang lagi. MPI YS. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me