Rumah Tahan Gempa Antisipasi Dini Saat Lindu Datang (2)

Big Banner

Pihak swasta pun kini banyak yang menawarkan rumah tahan gempa. Antara lain Toyota Housing Indonesia, anak usaha Toyota Housing Corporation, bagian dari Toyota Group yang menawarkan rumah dengan teknologi yang tahan gempa. Saat ini Toyota Housing Indonesia tengah membangun klaster bertajuk Toyota Housing Model (Rumah Model Toyota) di kawasan perumahan Sakura Regency 3, Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi.

Rumah Toyota Housing Model dibanderol Rp1,6 miliar untuk 3+1 kamar tidur dan Rp1,7 miliar 4+1 kamar tidur dengan luas bangunan 132 m2 serta luas tanah 112 m2. Akihiro Hara, Presiden Toyota Housing Indonesia mengatakan, kekuatan Toyota Housing Model bisa menahan gempa sekitar 7 skala richter. Saat terjadi gempa tahun 2011 di Kota Sendai, bangunan rumah tetap kokoh, Toyota Housing Model dilengkapi dengan terobosan teknologi konstruksi yang terbilang baru di Indonesia.

Struktur dinding panel terikat dengan rangka baja. Rangka baja ini merupakan baja yang juga digunakan pada badan mobil Toyota. Dengan proses pelapisan dan perakitan anti karat, dari analisa data terbukti rumah sanggup bertahan lebih dari 100 tahun.

Toyota Housing Model merupakan bangunan dengan sistem knock down, tidak menggunakan balok dan kolom sehingga ruangan lebih lega. Hanya dinding terluar yang dibuat dari panel beton, sementara panel-panel di dalamnya menggunakan bahan cement board. Lalu, bagian rangka rumah menggunakan bahan dasar rangka baja.

Bahan dasar seperti inilah yang membuat rumah buatan Toyota Housing Indonesia kebal terhadap gempa dan tahan api. Bentuk struktur dinding rumah didesain mampu mengatur kestabilan temperatur suhu ruangan dengan menekan perpindahan panas hingga batas minimal. Udara dingin AC yang ada dalam ruangan akan sulit untuk keluar sehingga ruangan akan terasa sejuk lebih lama.

Bahan bangunan yang dipakai, ungkap Hara, 99,99% -nya merupakan produk lokal. Hanya sebagian kecil bahan bangunan, salah satunya sekrup untuk menyatukan panel-panel yang masih harus diimpor dari Jepang. Fitur lainnya adalah lapisan ganda pada atap dan dinding bagian luar untuk mencegah kebocoran. Garansi antibocor akibat hujan dan anti-gempa selama dua tahun. Telah melakukan percobaan menggunakan mesin pembuat hujan badai untuk menguji ketahanan air yang dilakukan berulang-ulang untuk menjamin terciptanya sebuah hunian yang tahan hujan badai
dan tahan bocor. Atap yang dilapisi insulasi, dan loteng yang didesain untuk menghadirkan ventilasi natural.

Waktu pembangunan Toyota Housing Model juga lebih singkat yakni hanya tiga bulan atau 12 minggu, sejak fondasi hingga tahap penyelesaian. Lebih cepat dibandingkan dengan pembangunan rumah konvensional yang butuh waktu sekitar enam sampai sembilan bulan. Perinciannya, untuk proses pembuatan pondasinya butuh waktu 3 minggu, dilanjutkan pemasangan dinding serta lantai untuk lantai 1 dan 2, masing-masing butuh waktu satu pekan.

Kemudian pemasangan atap 1 minggu, dan terakhir untuk proses fi nishing selama 5 minggu. Sementara perusahaan asal Jepang, PT Suteki Nice Indonesia (anak usaha Nice Holding Group) menghadirkan hunian dengan nama Suteki Home yang mengedepankan sisi kualitas. Suteki Home merupakan rumah Jepang yang diklaim memiliki ketahanan anti bocor selama 10 tahun dan juga tahan gempa.

Presiden Direktur PT Suteki Nice Indonesia, Kiyotoshi Katsumata, mengatakan, Suteki Nice Holdings, memulai bisnis sebagai distributor kayu sejak tahun 1950. ”Dengan berjalannya waktu, kami menjadi profesional di bidang material rumah dan bencana gempa. Karena kami tinggal di negara yang riskan akan gempa, kami menggunakan kayu berkualitas tinggi untuk membuat struktur rumah,” kata Kiyotoshi.

Di Jepang, lanjut Kiyotoshi, Suteki Nice Holdings mengumpulkan kayu sebelum menggunakannya. Keadaan inilah yang membuat Suteki Nice Holdings mempelajari dan meneliti gempa untuk menjadi profesional dalam pemilihan bahan dalam membangun rumah.

”Kami membuat Power Build System sendiri dengan menggabungkan struktur rangka kayu dengan sendi baja yang digunakan pada bangunan untuk resistensi dan daya tahan terhadap gempa berkekuatan tinggi. Hal ini menjadi dasar dari konsep bangunan rumah yang kuat buatan kami,” papar Kiyotoshi.

Pada tahun 2009, Suteki Home didirikan untuk menawarkan kualitas terbaik yang berhasil melewati standar dari resistensi gempa dan efisiensi energi. Karena sistem tersebut berhasil mengurangi biaya dalam proses konstruksi, Suteki Nice Holdings dapat menyuplai kebutuhan rumah berkualitas dengan harga yang terjangkau.

”Dengan pengalaman kami yang luas di bisnis pembangunan, kami dapat menggambarkan kekuatan dan kehangatan dari bahan kayu yang dapat membantu konsumen kami dalam membangun rumah impian mereka. Selain itu, kami akan berinovasi dengan perumahan di Indonesia,” ujar Kiyotoshi.

Dalam membangun rumah, Suteki Home menggunakan standar Jepang, dimana struktur bangunan harus kuat dengan kalkulasi kekuatan konstruksi yang baik. Karena itu pihaknya, kata Kiyotoshi, tidak menolerir gap ukuran bahkan hanya satu milimeter pun di semua bagian rumah, terutama struktur, sehingga semua bentuk benar benar presisi dan lurus sempurna.

Gap ukuran ini kerap membuat dinding tak lurus atau bentuk langit-langit yang tak rata, bahkan rawan gempa. Saat ini PT Suteki Nice Indonesia tengah membangun dua unit rumah di kawasan perumahan Deltamas, Cikarang, yakni tipe Tsubaki (LB/LT: 147/200 m2) dan Yuri (147/200 m2).

Kedua rumah ini dibandrol dengan harga berkisar Rp3,5 miliar per unit. Proyek Suteki Home di Deltamas merupakan milestone buat perusahaan. ”Saat ini sudah ada beberapa pemilik lahan dan pengembang yang mengajak bekerjasama. Tahun 2017 kami targetkan bisa membangun 100 unit rumah di kawasan koridor Jakarta-Karawang,” ujar Takehiro Uehara, Direktur PT Suteki Nice Indonesia. MPI YS. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com