Waskita Beton Incar Laba Rp 1,1 Triliun

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – PT Waskita Beton Precast (Tbk) atau WSBP incar Rp 1,1 triliun. Perhitungan laba ini diperoleh dari proyeksi pendatapan Rp 7,7 triliun.

Direktur Utama Waskita Beton Jarot Subana mengatakan, perseroan optimistis nilai ini bakal tercapai.

Carry over (pengalihan proyek dari tahun sebelumnya) saja ada Rp 12 triliun dan kontrak baru Rp 12 triliun,” ujar Jarot usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Gedung Waskita, Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Proyek-proyek tersebut berasal dari internal perusahaan induk, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang berkontribusi 80 persen dengan dominasi proyek jalan tol.

Sementara sisanya, yaitu 20 persen, berasal dari proyek-proyek eksternal atau di luar Waskita yakni perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.

Hingga pertengahan Maret 2016, nilai kontrak yang sudah masuk tercatat Rp 3,3 triliun.

“Ini ada proyek Jakarta-Cikampek Elevated juga yang sudah masuk, tapi belum semua. Nilainya Rp 550 miliar,” kata Jarot.

Selain Jakarta-Cikampek, dua proyek lainnya yang menyumbang kontrak sampai Maret adalah Jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Jalan tol Legundi-Bunder.

Kapasitas produksi

Perseroan menargetkan kapasitas produksi tahun 2017 sebesar 3,25 ton. Saat ini, Waskita Beton telah memiliki 10 pabrik dengan total produksi 2,65 ton.

“Kami juga punya pabrik sementara, dalam arti hanya 3 tahun. Dua pabrik yaitu Jakabaring, Palembang dengan kapasitas 200.000 ton dan Sidoarjo, Jawa Timur 200.000 ton,” tutur Jarot.

Arimbi Ramadhiani Waskita beton

Jika dikalkulasi secara total, tahun ini Waskita Beton memproduksi 3,05 juta ton dengan kapasitas terbesar berada di pabrik Karawang seluas 13 hektar yang mencapai 400.000 ton.

Ada pun target 3,25 juta ton ini adalah dari penambahan pabrik di Medan, Sumatera Utara dan Penajam, Kalimantan timur.

Di Medan, saat ini Waskita tengah berupaya mengakuisisi pabrik beton pra-cetak lainnya yang akan dikembangkan kapasitasnya sekitar 100.000 ton.

“Produknya pra-cetak juga, tapi masih single product. Nanti kami kembangkan lagi, karena kalau bangun dari awal paling cepat 6-7 bulan,” jelas Jarot.

Sementara di Penajam, tambah dia, Waskita telah mengakuisisi lahan seluas 10 hektar yang saat ini masih dalam proses perizinan untuk pembangunan pabrik.

Jika sudah beroperasi, pabrik ini mampu menghasilkan prduksi beton dengan kapasitas 150.000 ton untuk tahap awal dan maksimal 300.000 ton.

properti.kompas.com