Belajar dari Asing, Hotel Lokal Harus Punya Standar

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Potensi pasar perhotelan di Indonesia sangat besar mengingat sinergi pemerintah yang menggandeng swasta dalam pengembangan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Hal ini tentu saja menarik minat investor dan jaringan hotel global. Tidak hanya itu, merek hotel lokal pun mulai agresif melakukan ekspansi bisnis demi mengantisipasi ledakan permintaan fasilitas akomodasi.

Sebut saja Santika Indonesia Hotels and Resorts, Sahid Hotels, dan beberapa jaringan lainnya yang dibangun oleh perusahaan pengembang properti.

Menurut Manajer Pengembangan Usaha STR Global Indonesia Christy Megawati, hal ini patut dibanggakan dengan satu catatan.

“Jaringan hotel internasional bisa memberikan pelajaran yang sangat berharga. Kalau kita lihat misalnya Hyatt, Accor, atau Mariott, yang bisa dipelajari oleh brand lokal adalah konsistensinya,” ujar Christy di Jakarta (13/3/2017).

Saat pengusaha menciptakan satu produk atau merek hotel, tutur dia, luas dan desainnya harus disamakan jika dibangun di tempat lain.

Ini dapat berpengaruh terhadap pengalaman pengunjung hotel. Sebut saja ibis Hotel di Thamrin dan Slipi, meski lokasinya berbeda, para tamu dapat merasakan pengalaman yang sama.

Christy menilai, banyak merek hotel lokal yang tidak memperhatikan hal ini, yaitu ketika produk kedua tidak konsisten dengan produk pertama.

Contohnya, hotel bintang 3 di satu lokasi berisi kamar-kamar dengan luas 42 meter persegi. Luas kamar ini pula yang harus dibangun di lokasi lainnya.

Sementara bila standar hotel dengan klasifikasi bintang tiga dipaksakan dibangun di lokasi strategis dengan klasifikasi bintang 5, akan berdampak buruk.

“Otomatis nanti dampaknya ke pendapatan (revenue) karena tamu ekspektasinya tinggal di hotel ini, dengan brand ini, kamar pasti besar. Tapi begitu datang kamarnya kecil,” tutur Christy.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me