Green Building Perlu Diberi Insentif

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Bangunan hijau (green building) menjadi salah satu wujud dari pembangunan berwawasan lingkungan. Konsep bangunan hijau dibutuhkan untuk mencegah kualitas lingkungan makin merosot. Ada beberapa kriteria untuk dapat disebut sebagai green building, antara lain hemat penggunaan air, tata guna lahannya baik, indoor quality atau kualitas udara di dalam ruangan, material yang digunakan, dan pengelola gedung paham masalah lingkungan (building environment management).

Artikel_72_Properti Gaya_Kampus ATMI Cikarang Harmonisasi Teknologi Manusia dan Lingkungan_0544926

“Untuk energi harus bisa diukur pemakaiannya, misalnya untuk sistem tata udara, penerangan, stop kontak, dan beban lainnya. Pahami juga perhitungan overall thermal transfer value (OTTV) yaitu value dari koefisien perpindahan panas dari luar ke dalam,” ujar Rana Yusuf, Director of Rating & Technology Green Building Council Indonesia (GBCI), kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (14/3).

Perhitungan OTTV penting karena konsumsi listrik terbesar di sebuah gedung adalah operasional AC yang mencapai 54 persen. Bila dapat menurunkan nilai ini melalui selubung bangunan maka penghematannya sangat siginifikan. OTTV juga untuk mendorong perancang bangunan untuk mendesain bangunan bukan hanya indah tapi juga hemat energy. Ada teknologi dan sistem yang bisa digunakan dengan konsekuensi bertambahnya biaya.

“Kriterianya dapat disesuaikan karena ada yang mudah dan sulit. Seharusnya gedung-gedung umum dan komersial yang hemat energy bisa diberi intensif oleh pemerintah, misalnya pajaknya dikurangi. Ini sudah diterapkan di negara maju dan saya yakin nanti juga akan diterapkan di Indonesia,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me