Apartemen Premium Kemang Penthouse Tak Termasuk Barang Mewah

Big Banner

Kementerian Keuangan menetapkan pajak barang mewah terhadap penjualan properti hunian dengan harga minimal Rp20 miliar per unit melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 35/PMK.010/2017. Lukman Purnomosidi, Direktur Utama PT Mahardika Gagas Sejahtera (MGS), pengembang Kemang Penthouse, mengatakan, kebijakan pengenaan pajak barang mewah terhadap properti tidak berdampak pada proyek apartemen-apartemen yang saat ini dikembangkan, karena produk yang dikembangkan tidak menyentuh harga patokan properti yang ditetapkan pemerintah.

“Kondisi ini menjadi nilai lebih dari Kemang Penthouse. Walaupun dibangun dengan konsep menarik dan membidik pasar premium, namun Kemang Penthouse, hanya dibanderol seharga hanya Rp3- Rp5 miliar per unit. Lantaran itu, apartemen Kemang Penthouse menjadi lebih kompetitif dari segi harga karena beban biaya produksi menjadi lebih rendah,” ujar Lukman yang pernah menjadi Ketua Umum DPP REI 2004-2007.

Menurut Lukman Kemang Penthouse menjadi salah satu proyek premium yang cukup mendapat perhatian dari kosumen maupun investor properti saat ini. Pasalnya, proyek yang dikembangkan PT Mahardika Gagas Sejahtera tersebut terletak di kawasan elit Kemang, tepatnya di sisi timur ruas Jl. Pangeran Antasari dan Kemang, Jakarta Selatan dan dekat dengan sentra bisnis Jakarta.

“Saat ini sekitar 30% unit apartemen Kemang Penthouse sudah terpasarkan. Dan diharapkan apartemen ini akan menjadi hunian premium dengan menghadirkan gaya hidup stylish dan mewah di kawasan Jakarta Selatan,” terang Lukman di sela acara Festival Properti Indonesia (FPI) 2017, yang diselenggarakan Rumah123.com di Kota Kasablanka, Jakarta.

Lukman menambahkan, pada pameran yang berlangsung dari 14 Maret – 19 Maret 2017 tersebut, pihaknya hadir dengan bererapa proyek unggulan, termasuk Kemang Penthouse. Pembangunan proyek setinggi 27 lantai dengan jumlah unit sebanyak 144 unit ini merupakan kelanjutan dari suksesnya pengembangan Senopati Penthouse, sebuah apartemen mewah di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, yang saat ini telah terjual 100% dan sudah terhuni sekitar 90%.

“Kemang Penthouse adalah hunian yang berada di segmen high-end yang didesain sebagai ikon baru di wilayah Kemang. Kemang Penthouse menjadi produk apartemen unggulan, mengikuti jejak kesuksesan Senopati Penthouse yang kami kembangkan sebelumnya,” kata Lukman.

Lukman juga menambahkan, Kemang Penthouse ibarat berlian yang ditawarkan khusus bagi segmen kelas atas yang benar-benar ingin menikmati hidup dan menghirup segarnya udara Jakarta Selatan. “Kemang dan Antasari sudah terkenal sebagai lokasi hunian yang menawarkan kenyamanan, dan gengsi tinggi kepada pemiliknya,” imbuhnya.

Selain keunggulan lokasi, Kemang Penthouse menjadi istimewa karena merupakan apartemen single tower, sehingga seluruh unit memiliki full view yang lepas ke segala arah di seluruh sisi bangunan. Setiap unit memiliki balkon yang luas.
Adapun sasaran Apartemen Kemang Penthouse ini adalah kalangan atas yang sudah mature dan menginginkan hunian berlokasi tidak jauh dari tempat pekerjaan mereka seperti di central business district (CBD) Sudirman maupun wilayah Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Apartemen ekslusif itu menyediakan pilihan beragam tipe unit yang menarik bagi konsumen. Mulai dari tipe 1 bedroom (49-53 m2), tipe 2 bedroom (75-105,4 m2), tipe 3 bedroom dengan luasan mulai 103,6 m2-163,9 m2 dan terakhir 4 bedroom atau penthouse.

Untuk lebih memanjakan penghuni, Kemang Penthouse juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, layaknya hotel bintang lima. Sebut saja seperti kolam renang, jogging track, gym, mini golf, children playground, meeting room, café & resto, ATM centre,convenient store, dan lifestyle restodi area lobby.

Jaminan kenyamanan juga dihadirkan dengan konsep high ceiling di tiap unit. Dengan ketinggian ceiling mencapai 3,2 meter menjadikan penghuni memiliki kenyamanan tinggal plus bukaan yang lebar dan tinggi juga memberikan nuansa pandangan (view) yang luas.

Sementara itu Bambang Tri Margono, Direktur Coldwell Banker Commercial Indonesia mengungkapkan keyakinannya akan kesuksesan Kemang Penhouse, sebagaimana pembangunan dan pemasaran Senopati Penthouse. “Seiring maraknya pembangunan infrastruktur dan semakin banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari Jepang dan China, membuat peluang pasar hunian premium juga semakin besar,” ujarnya.

Bambang menegaskan, selain para profesional mapan, para ekspatriat juga menjadi pasar potensial apartemen premium, apalagi di kawasan Kemang yang selama ini dikenal sebagai kawasan yang banyak dihuni orang asing.

“Peluang ini semakin besar karena Kemang Penthouse tidak hanya semata-mata membangun dan menjual produk properti, tapi mereka memiliki konsep, visi –misi, yang terukur, dan sangat jelas. Sukses pembangunan dan pemasaran Senopati Penthouse bisa menjadi bukti bagaimana bagusnya konsep yang dilahirkan Kemang Penhouse,” ujar Bambang. YS

mpi-update.com