Konsep “Rumah+Gudang” Dikembangkan di Tangerang

Big Banner

Jakarta, KompasProperti – Pembangunan infrastruktur tahun ini semestinya ikut mendorong permintaan lahan untuk kawasan industri, terutama pergudangan. Masifnya ekspansi industri dari Cina dan Jepang ke Indonesia bakal memperkuat permintaan tersebut.

Rita Megawati, Principal LJ Hooker Gading Serpong, Jumat (16/3/2017), mengatakan hal itu menanggapi rencana diluncurkannya bangunan berkonsep ‘rumah+gudang’ di komplek Surya Grand Cisoka (SGC) Tangerang. Proyek baru tersebut akan diluncurkan di Hotel Mulia, Senayan, Sabtu (18/3/2017).

Rita mengatakan, kesempatan menangkap kebutuhan itu perlu dilihat dengan jeli oleh pebisnis, seperti yang kini dilakukan oleh SSP. Untuk tujuan itu, SSP bahkan menyiapkan konsep baru berupa rancangan rumah gudang.

Sebelumnya, akhir 2016 lalu, SSP sudah lebih dulu memasarkan bangunan dengan konsep rumah gudang tersebut sebanyak 56 unit. Hunian ‘rumah+gudang’ tersebut berukuran 7×30 meter dan 9×40 meter yang masing-masing dilengkapi rumah dua lantai yang lengkap dengan dua kamar mandi dan dua kamar tidur.

“Namun, semua unit tersebut saat ini sudah habis terjual. Sekarang kami akan meluncurkan tiga tipe baru lagi, yaitu rumah plus gudang, gudang, dan ruko,” ujar Rita yang juga bertindak sebagai Koordinator Proyek Surya Grand Cisoka.

Untuk produk pertama SSP menawarkan tipe rumah gudang ukuran 9×30 dan ukuran 11×40. Keduanya sama-sama dilengkapi dengan rumah dua lantai, dua kamar tidur, dan dua kamar mandi.

Kedua tipe ukuran itu dipatok seharga Rp 900 jutaan dan Rp 1,588 miliar. Adapun harga gudang tipe keduanya berkisar Rp 700 jutaan. 

“Produk kedua ini terdiri dari tiga tipe, yaitu gudang dengan area luas, gudang yang dilengkapi kavling, dan yang ketiga gudang dengan show room,” tuturRita.

Rita mengatakan, saat ini kawasan Tangerang, Serang dan sekitarnya masih termasuk lahan potensial yang digunakan untuk pergudangan. Lokasi Surya Grand Cisoka sendiri hanya berjarak 3,5 km dari sentra pergudangan Surya Balaraja yang telah lebih dulu hadir.

“Ini untuk menangkap makin bergesernya tren industri pergudangan, dari yang dulunya lebih banyak otomotif kini mulai diikuti gudang untuk farmasi, makanan dan consumer goods membutuhkan pergudangan,” ujarnya.

properti.kompas.com