Lahan TNI AU di Halim Bakal Jadi TOD Kereta Cepat

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak hanya berdampak pada waktu mobilisasi seseorang, tetapi juga memengaruhi pertumbuhan kawasan yang dilewatinya.

Sebagai salah satu titik stasiun, area di Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta, akan dikembangkan sebagai transit oriented development (TOD).

Pengembangan ini merupakan kerja sama antara PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, sebagai pemilik lahan Halim.

“Ada kerja sama PT KCIC dengan TNI AU di mana lahan mereka seluas 15 hektar dikerjasamakan bersama KCIC yang mengerjakan kontraknya WIKA,” ujar Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Antonius Kosasih usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2016 (RUPST), Jumat (17/3/2017).

Lahan ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan superblok khususnya untuk properti komersial dan residensial.

Selain itu, karena merupakan TOD, kawasan ini juga bakal ada stasiun light rail transit (LRT) dan halte Transjakarta.

KOMPAS.com / Bambang PJ Jalur kereta cepat yang tengah dibangun, Sabtu (20/2/2016)

“Ini akan jadi hub baru di mana orang bisa bepergian ke seluruh Jakarta. Kalau dari luar kota, masuk dari Cibubur itu enak sekali,” sebut Antonius.

Pendanaan dari China

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun lalu, kereta cepat tak kunjung dibangun.

Permasalahannya, pembebasan lahan belum 100 persen dan dana dari China Development Bank (CDB) belum turun.

“CDB mensyaratkan pinjaman itu cair kalau sudah 100 persen pembebasan lahan. Sekarang posisinya 85 persen,” kata Antonius.

Saat ini KCIC tengah berupaya untuk negosiasi dengan CDB agar dana bisa turun meski pembebasan lahan belum 100 persen.

KOMPAS.com/Reni Susanti Sosialisasi kereta cepat Jakarta-Bandung dihadiri berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi, LSM, politisi, hingga mahasiswa.

Permintaan KCIC ini baru akan mendapat jawaban dari CDB akhir bulan ini.

Pada tahap pertama, pinjaman yang akan turun adalah sebesar 25-30 persen dari total Rp 53 triliun.

“Kalau itu terjadi, harusnya bisa mendapatkan dana segar pembangunan lebih lanjut,” tutur Antonius.

Sementara itu, lahan yang belum bebas ini terletak di daerah Karawang. Prosesnya cukup sulit karena ini kawasan industri.

Adapun untuk Walini-Bandung sebagian sudah dibebaskan dan di Tegalluar sudah dibebaskan sepenuhnya.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me