Alun-alun Gresik Bakal Disulap Jadi Islamic Centre

Big Banner

GRESIK, KompasProperti – Kawasan alun-alun Kabupaten Gresik, Jawa Timur, bakal segera berubah dalam waktu dekat.

Hal ini menyusul rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang akan membangun Islamic Centre, sekaligus merevitalisasi alun-alun.

Bangunan Islamic Center ini bakal dipadukan dengan kawasan cagar budaya yang ada di sekitarnya.

Cagar budaya yang dimaksud, termasuk Masjid Jami Gresik hingga makam salah wali songo Maulana Malik Ibrahim, yang memang berdekatan dengan alun-alun.

Muhammad Fatoni (35 tahun), warga Gresik, mengharapkan rencana penataan kembali kawasan alun-alun segera direalisasikan.

“Ini rencana bagus, dan tentunya akan menambah keindahan kawasan alun-alun yang saat ini terlihat kumuh, akibat banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL),” ujar Fatoni kepada KompasProperti, Jumat (17/3/2017).

Hamzah/Kompas.com Kondisi alun-alun Kabupaten Gresik yang banyak dipenuhi PKL mulai sore hingga malam hari.

Sesuai informasi dan rancangan induk kawasan alun-alun yang didapat KompasProperti, konsep Islamic Centre bukan semata hanya sebentuk bangunan, melainkan pusat kegiatan keislaman.

Islamic Centre ini terdiri dari bangunan utama dua lantai yang terkoneksi langsung dengan Masjid Jami Gresik melalui dua jembatan kembar, yang dikelilingi jalan melingkar berpagar.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan pembangunan Islamic Centre rampung dan bisa digunakan masyarakat pada 2018.

“Targetnya, konstruksi seluruh bangunan beres tahun 2017. Tahun depan tinggal sentuhan akhir (finishing touch),” terang Sambari.

Menurut perhitungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik, pembangunan Islamic Centre bakal menelan biaya tak kurang dari Rp 28 Miliar.

Anggaran yang disiapkan tahun ini senilai Rp 20 miliar. Sisanya bakal diselesaikan pada anggaran tahun berikutnya.

Hamzah/Kompas.com Pemandangan di alun-alun Kabupaten Gresik saat ini.

“Selain sebagai program unggulan, ini (Islamic Centre) juga bisa memagari masyarakat dari pengaruh budaya luar. Karena saya sadar, pengaruh investasi, industri, dan adanya pelabuhan internasional, secara tidak langsung dapat mempengaruhi budaya masyarakat Gresik,” tutur Sambari.

Rencana pembangunan Islamic Centre ini mendapat dukungan dari para ulama, pemuka agama, dan budayawan setempat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik KH Mansyur Shodis mengatakan kawasan Islamic Center dapat memperkuat aktivitas keislaman yang tak hanya pada ritual semata, melainkan juga apresiasi terhadap kebudayaan.

“Kami juga berharap, para PKL yang ada di sana direlokasi, supaya kawasan ini terlihat indah, megah, dan terjaga kebersihannya,” ucap Mansyur.

Selain pembangunan Islamic Centre dan revitalisasi kawasan alun-alun Pemkab juga bakal memindahkan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, dan beberapa gedung instansi Pemkab Gresik yang juga berada di kawasan alun-alun.

Mulai dari kantor Badan lingkungan hidup (BLH), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), serta Pendopo Kabupaten Gresik yang sekaligus merupakan rumah dinas Bupati Gresik.

–– ADVERTISEMENT ––

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me