Adhi Persada Tidak Mau Jual Seluruh Propertinya

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Selain pengembangan proyek baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan (development income), setiap pengembang juga ingin memperbesar porsi pendapatan berulang (recurring income) sehingga cash flow-nya berkelanjutan. Recurring income juga dapat menjadi sumber pendanaan proyek-proyek yang akan dikembangkan berikutnya selain dari penjualan dan pinjaman perbankan.

adhi persada apartemen taman melati siduandi

Tapi rasio pendapatan berulang umumnya sangat timpang dibanding kontribusi dari penjualan proyek. Adhi Persada Properti (APP), misalnya, porsi recurring income-nya  sangat kecil berkisar 4 persen dari total pendapatan perusahaan. Untuk memperkecil gap itu APP ke depan tidak lagi menjual seluruh unit apartemen yang dikembangkan. “Strategi kami di setiap tower apartemen akan kami keep dua lantai untuk disewakan, demikian  properti komersial di setiap tower,” ujar Direktur Pemasaran APP, Pulung Prahasto, kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (16/3).

Pulung optimis strategi itu akan mendongkrak porsi pendapatan berulang karena proyek-proyek  yang dikembangkan sangat potensial. Lokasi proyeknya umumnya dekat kampus favorit sehingga pasar sewanya potensial khususnya untuk hunian mahasiswa. Sejalan dengan pengembangan proyek yang semakin banyak aset-aset yang dipertahankan itu juga akan membesar.

APP belum tertarik mengembangkan hotel atau mal karena investasinya besar namun imbal hasilnya lama.  Saat ini penyewaan apartemen dinilai sebagai pilihan paling bagus. “Ini juga akan membuat konsumen lebih yakin dengan proyek yang kami pasarkan karena kami sebagai pengembang juga punya unit,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me