Menteri Desa Minta Sebagian Dana Desa Dipakai Bangun Embung

Big Banner

KALABAHI, KompasProperti – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meminta sebagian anggaran dana desa digunakan untuk membangun embung.

Menurut Eko, dana desa yang disiapkan untuk membangun sebuah embung berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta.

Dana sebesar itu, sebut Eko, akan cukup untuk membuat embung dan bisa mengairi 500 hektar sampai 600 hektar lahan pesawahan milik warga.

“Pembuatan embung ini, sesuai dengan surat perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi),” ujar Eko dalam sambutannya saat acara pembukaan rapat koordinasi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Se-Provinsi NTT di aula Pemerintah Kabupaten Alor Selasa (21/3/2017).

Khusus NTT, sambung Eko, memang daerah kering. Karena itu gubernur dan para bupati harus menyiapkan regulasi untuk membuat embung tersebut. Jika ada revisi, bisa dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Dengan embung yang sudah dibangun, maka air hujan bisa ditampung untuk pengairan pada kemarau. Selain itu, embung juga bisa berfungsi sebagai pengendali di daerah rawan banjir.

“Dengan embung ini, kami berharap rata-rata panen padi dari 1,4 ton per hektar menjadi tiga ton per hektar, sehingga petani bisa lebih sejahtera,” ucap Eko.

Dia pun meminta kepada semua komponen masyarakat untuk mengawasi, terutama dalam perencanan dan pelaksanaan setiap penggunaan anggaran desa, sehingga pemanfaatannya bisa tepat sasaran.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me