Hunian di Jakarta Kian Mahal, Begini Efek Dominonya!

Big Banner

sas.setup({ domain: ‘http://adnetwork.adasiaholdings.com’, async: true, renderMode: 0});

sas.call(“std”, { siteId: 134986, // pageId: 749845, // Page : ID_Okezone/okezone_outstream formatId: 44269, // Format : Video-Read 1×1 target: ” // Targeting });

<a href=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?jump=1&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]&out=nonrich” target=”_blank”> <img src=”http://adnetwork.adasiaholdings.com/ac?out=nonrich&nwid=2060&siteid=134986&pgname=okezone_outstream&fmtid=44269&visit=m&tmstp=[timestamp]” border=”0″ alt=”” /></a>

JAKARTA – Mahal dan terbatasnya hunian di Jakarta memiliki imbas yang tidak sedikit. Selain membuat masyarakat ibu kota kesulitan mendapatkan hunian di dalam kota, juga berdampak terhadap sistem transportasi.

“Kalau opsinya (masyarakat) adalah ya sudahlah saya beli (rumah) di pinggiran. Lagi-lagi masalahnya transportasi gimana,” kata Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung dalam diskusi bersama media di Jakarta, Rabu (23/3/2017).

Ia pun menilai, yang selama ini menimbulkan kemacetan di Jakarta bukan dikarenakan masyarakat yang tinggal di Jakarta, melainkan masyarakat yang tinggi di lingkar luar Jakarta namun bekerja di Jakarta.

Namun, ia menyadari, masyarakat yang tinggal di luar Jakarta tak dapat disalahkan. Sebab mereka tak punya pilihan lain selain tinggal di pinggiran Jakarta sementara mereka bekerja di Jakarta lantaran harga hunian di Jakarta semakin tak terjangkau.

“Harus ada yang mikirin gimana caranya orang bisa tinggal di mana saja kalau pun hanya itu pilihannya. Tapi tidak membuat Jakarta semakin tidak ramah transportasi,” jelasnya.

Untuk itu, menyadari banyaknya dampak yang bisa disebabkan karena kebutuhan hunian cukup besar, pemerintah perlu membuat regulasi yang tepat agar permasalahan hunian tak menyebar dan menimbulkan masalah lainnya.

“Ternyata dari properti nyambungnya banyak. Jadi harapan kita dengan melakukan ini sebenarnya kita tidak mau ikut politik. Kita buka seterbuka mungkin. Niatnya baik pertama menyadarkan milenial, kedua menyadarkan atau meminta pemerintah memikirkan ini harus diapakan,” tukasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me