SMI Targetkan Pembiayaan Infrastruktur Tahun Ini Rp 66 Triliun

Big Banner

JAKARTA, KompasProperti – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Tbk (SMI) mencanangkan total pembiayaan hingga Rp 66 triliun pada 2017.

Komitmen tersebut sebagian besar bakal digunakan untuk membiayai infrastruktur konektivitas dan kelistrikan yang memang menjadi perhatian pemerintah saat ini. 

“Di pipeline proyek mayoritas masih konektivitas dan kelistrikan. Jalan tol masih jadi fokus karena masih banyak dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang inisiatif bangun tol juga banyak,” tutur Direktur Utama PT SMI Emma Sri Wartini, dalam acara “Sewindu PT SMI” di Hotel Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Lebih rinci, Emma menyatakan pihaknya juga terus fokus membiayai pembangunan Jaringan Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera yang pada 2019 nanti diperkirakan rampung secara keseluruhan.

SMI membiayai beberapa ruas dari dua jaringan tol Jawa dan Sumatera tersebut, di antaranya Jalan Tol Palembang-Indralaya, Jalan Tol Semarang-Solo, Jalan Tol Medan-Binjai, Jalan Tol Cikopo-Palimanan, dan Jalan Tol Pandaan-Malang.

Selain itu, sebagian target Rp 66 triliun tersebut dialokasikan untuk membiayai pembangunan pelabuhan dan bandara.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Foto dari udara suasana simpang susun Jalan Tol Pejagang-Pemalang, Ruas Pejagan-Brebes Timur, Minggu (26/6/2016). Ruas yang merupakan bagian dari tol Trans Jawa itu telah siap untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran nanti.

Dalam acara tersebut, Emma juga mengundang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk mengetahui lebih jauh tentang kebijakan pembangunan sektor transportasi.

Selain jalan tol, pelabuhan, dan bandara, target pembiayaan termasuk untuk moda transportasi kereta ringan (LRT) Jabodebek.

Kendati begitu, Emma masih belum tahu berapa perhitungan yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan LRT lantaran masih menyesuaikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 Tahun 2016 yang rencananya bakal direvisi.

LRT tetap dalam hitungan hanya porsinya tidak terkait dengan skema lama. Ini kan sedang disesuaikan skemanya mengikuti perpres. Itu yang kami sesuaikan dengan kebutuhannya,” tuntas dia.

properti.kompas.com