Dapat Penolakan dari Customer? Kembangkan Pengetahuan dan Komunikasi

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Pernah kamu dihampiri oleh agen properti saat berada di pusat perbelanjaan? Mereka biasanya menawarkan brosur apartemen atau rumah.

Apa yang biasanya kamu lakukan? Menolak brosur, mengambil brosur sambil melangkah pergi, atau tertarik dengan penawaran proyek properti.

Baca juga: Agen Properti Harus Bisa Jaga Diri Loh!

Nah, sekarang bayangkan kalau kamu menjadi agen properti yang harus menawarkan brosur serta proyek properti? Bagaimana rasanya kalau menyodorkan brosur saja sudah tidak diterima, apalagi harus menawarkan hunian!

Eddy Chandra yang sudah malang melintang di dunia properti sebagai agen properti mengisahkan kalau penolakan dari customer adalah hal biasa.

Baca juga: Agen Properti Akan Digantikan Oleh Teknologi Digital? Wah, Beneran Nih?

“Pasti, ada penolakan. Mungkin karena knowledge kita belum cukup. Awal itu adalah pembelajaran. Nuntut ilmu,” ujar Eddy kepada Rumah123.

“Kayak bayi, nggak mungkin dong dia langsung bisa jalan, merangkak, berjalan pelan-pelan, dan akhirnya bisa besar,” lanjut Eddy yang tergabung dalam Infiniti Property Group.

Baca juga: Agen Properti Harus Bisa Bersahabat dengan Teknologi

Menurut Eddy, seorang agen properti harus memahami proyek properti yang akan ditawarkan kepada para customer.

Selain itu, agen properti juga dituntut bisa mengetahui cara penyampaian yang baik dalam menjelaskan proyek properti kepada customer.

Baca juga: Tidak Akrab dengan Teknologi? Agen Properti Bakal Ketinggalan Lho

“Komunikasi dengan klien itu penting. Meskipun mungkin ada  penolakan di awal, belum tentu ada penolakan dalam pertemuan berikutnya,” kata Eddy lagi.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me