Pemprov Kaltim Kembangkan Delapan Kawasan Prioritas

Big Banner

SAMARINDA, KompasProperti – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mengembangkan delapan kawasan prioritas guna memacu pertumbuhan ekonomi.

Hal ini bertujuan agar Pemprov Kaltim tidak bergantung terus pada sektor pertambangan, dan penggalian yang kian lama semakin melambat.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim Zairin Zain menuturkan, beberapa dari delapan kawasan prioritas ini sudah dikerjakan.

Di antaranya adalah Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Balikpapan, dan Kawasan Industri Bulumuning (KIB) di Penajam, Paser Utara.

“KIK bahkan masuk dalam kawasan strategi provinsi sebagai upaya membangun industri hilir produk-produk unggulan daerah,” ujar Zairin seperti dikutip Antara, Sabtu (25/7/2017).

Dia menambahkan, KIB di Bulumuning, tengah dikembangkan berbagai kegiatan industri pengolahan, salah di antaranya oleh PT Agra Bareksa Indonesia yang telah menanamkan investasinya senilai Rp 2 triliun guna membangun pabrik kertas.

Sebelumnya, saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Ekonomi Kaltim dan Kaltara di Bank Indonesia Kaltim, beberapa hari lalu, Zairin menyatakan kawasan prioritas lainnya yang terus dikembangkan adalah kawasan ekonomi di Samarinda berupa perkayuan, perkapalan, dan industri jasa.

KOMPAS.com/YOVANDA NONI Migas, Walikota Samarinda Syaharie Jaang saat meninjau lokasi pengeboran Sumur Naga Utara 2 di kecamatan Sambutan milik Perusahaan SPC.

Untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi di Samarinda, infrastruktur pendukung yang dibangun adalah Pelabuhan Peti Kemas Palaran, Bandara Samarinda Baru alias Bandara APT Pranoto, dan Jembatan Mahkota II.

Kawasan prioritas ketiga yang dikembangkan merupakan kawasan berbasis migas dan kondensat di Bontang, karena di kota ini telah bediri dua perusahaan migas besar, yakni PT Pupuk Kaltim dan PT Badak LNG & Co.

Prioritas keempat, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBTK) di Kabupaten Kutai Timur. Kawasan yang masih dalam tahap pengembangan ini akan menjadi pusat pengelolaan kelapa sawit dan industri turunannya.

Kelima adalah Kawasan Industri Pariwisata Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau. Infrastruktur pendukung kawasan ini antara lain terbangunnya Bandara Kalimarau, Bandara Maratua, dan Dermaga Maratua.

Diharapkan, pada 2030 kawasan tersebut akan menjadi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Keenam adalah Kawasan Industri Pertanian Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kawasan ketujuh adalah Kawasan Industri Pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat.

“Terakhir, Kawasan Strategis Perbatasan di Kabupaten Mahakam Ulu,” tutup Zairin.

properti.kompas.com