Gyproc Optimistis Kuasai Pasar Papan Gypsum

Big Banner

Jakarta – Melihat tendensi bisnis di Indonesia yang semakin membaik, kalangan pelaku bisnis turut menyambut positif. Termasuk dalam hal ini, industri konstruksi dan bahan bangunan di Indonesia.

Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), Hantarman Budiono, mengatakan, pihaknya optimistis terhadap kondisi industri bahan bangunan di tanah air.

“Meski pada tahun-tahun sebelumnya bisnis bahan bangunan kerap dinilai menurun, namun di 2017 ini kami semakin optimis pergerakan industri ini akan berkembang ke arah positif,” kata Hantarman, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (24/3).

Lebih lanjut, kata Hantarman, industri konstruksi dan bahan bangunan di Indonesia pada tahun 2017 ini dipastikan bakal lebih berkembang, seiring dengan banyaknya pembangunan proyek properti di tanah air.

“Dengan begitu, peluang penggunaan papan gypsum dan drywall system pada pembangunan di Indonesia juga akan meningkat. Untuk itu, kami yakin bisnis papan gypsum Gyproc Indonesia akan terus meningkat dari tahun sebelumnya,” tambah Hantarman.

Gyproc sendiri, kata Hantarman, merupakan merek papan gypsum yang diproduksi oleh SGCPI untuk pasar Indonesia. “Dengan mengusung produk gypsum yang berkualitas tinggi dan harga kompetitif, kami optimistis Gyproc dapat menaklukan market di Indonesia,” tambahnya.

Produk Ramah Lingkungan

Marketing Director SGCPI, Won Siew Yee, menambahkan, sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas produk yang baik serta ramah lingkungan, Gyproc telah mengembangkan fitur produk Activ Air yang dapat membantu menyerap formaldehyde dalam ruangan.

“Produk tersebut merupakan sebuah inovasi dari Gyproc yang mampu meningkatkan kualitas udara dari sebuah ruangan dengan menyerap kandungan formaldehyde yang ada di ruangan tersebut,” jelas Won Siew Yee.

Selain pada saat proses pembangunan, lanjut dia, formaldehyde juga sering ditemukan pada asap rokok, produk kimiawi untuk rumah tangga dan kompor yang menyala.

“Dengan demikian, kebutuhan akan bahan bangunan yang dapat menyerap kandungan formaldehyde pun semakin nyata,” paparnya.

Efek umum yang dapat dirasakan ketika menghirup udara yang mengandung formaldyhyde, jelas Won Siew Yee, seperti mata terasa pedih dan berair. Semakin tinggi tingkat formaldehyde, lanjut dia, dapat menyebabkan hidung dan tenggorokan terasa terbakar, batuk berat, dan kesulitan dalam bernafas.

“Bahkan, bagi beberapa orang yang sensitif terhadap formaldehyde dapat berdampak buruk bagi orang tersebut,” pungkasnya.

 

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me