Investasi Apartemen di Jakarta Timur Potensial

Big Banner

Jakarta – Tak bisa dipungkiri, banyak kaum urban yang berasal dari kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang dan Karawang mencari nafkah di Jakarta. Saat hari kerja, mereka biasanya menetap sementara di hunian sewa yang tersebar di Jakarta. Saat akhir pekan, mereka kemudian kembali lagi ke rumah.

Belakangan, muncul tren baru. Masyarakat memilih membeli hunian vertikal di Jakarta. Selain menjadi tempat tinggal sementara pengganti hunian sewa, mereka menjadikan unit apartemen tersebut sebagai investasi dengan cara disewakan.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, memaparkan, konsep hunian vertikal mendekatkan hunian dengan lingkungan kerja seiring langkanya lahan untuk hunian di tengah kota.

“Kondisi itu masih relevan hingga saat ini, terutama karena ruwetnya transportasi, harga tanah yang terus merangkak naik, dan aktifitas yang makin menuntut mobilitas tinggi, sehingga apartemen menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan hunian,” kata Ferry, di Jakarta, Jumat (17/3).

Saat ini, lanjut dia, perkembangan apartemen di Jakarta sangat pesat khususnya di Jakarta Timur seperti Cakung, Buaran, dan Cijantung. “Bahkan, di wilayah Jakarta Timur bagian selatan, ada beberapa proyek apartemen yang sudah beroperasi dan sedang dibangun,” jelasnya.

Dari semua proyek tersebut, Prajawangsa City yang dikembangkan oleh Synthesis Development, merupakan salah satu yang terbesar. Memiliki 8 tower, proyek ini menawarkan 4.000 unit hunian.

Managing Director Prajawangsa City, Mandrowo Sapto, mengatakan, semakin banyak kalangan pekerja yang menyadari kualitas dan produktifitas terbuang karena setiap hari harus pergi dan pulang ke wilayah penyangga di Tangerang, Bogor, Depok atau Bekasi.

“Kondisi tersebut menjadi alasan meningkatnya minat membeli apartemen di Jakarta sebagai transit home. Prajawangsa City berkonsep one stop living atau superblok, kawasan ini berstatus strata title, dimana tanahnya murni pembebasan oleh Synthesis Development. Saat ini kami diminati oleh generasi Y karena berlokasi di Jakarta dan memiliki karakteristik hunian nyaman, praktis, dinamis, modern, dan simple,” kata Mandrowo.

Mandrowo menjelaskan, Prajawangsa City menjadi pilihan karena lokasinya di wilayah Cijantung, yang masih masuk wilayah Jakarta. Selain itu, lanjut dia, proyek ini didukung kemudahan akses transportasi ke kawasan perkantoran Simatupang yang hanya berjarak 1,5 kilometer (Km) dari lokasi proyek.

“Apartemen ini juga potensial dijadikan pilihan hunian bagi pekerja di kawasan industri di sepanjang jalan Raya Bogor menuju Tol Cijago. Terlebih, harga jualnya juga bersahabat mulai di kisaran Rp 300 jutaan per unit,” kata Mandrowo.

Sebagai superblok terbesar pertama di Jakarta, lanjut Mandrowo, Prajawangsa mengedepankan konsep 50 persen taman atau lahan hijau dari area seluas 7 hektar. Proyek ini, jelasnya, juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti jogging track, kids pool, thematic pool, area barbeque, fitness center, pusat perbelanjaan, dan pusat kuliner.

“Kami juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang sedang mencari hunian apartemen, bisa langsung hubungi kami mendapat jadwal penjemputan untuk bisa langsung berkunjung melihat unit contoh Prajawangsa City di lokasi proyek,” tutup Mandrowo.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});