Presiden Ingin Semua Tanah Memiliki Sertifikat

Big Banner

Jakarta — Kapolri Jenderal Tito Karnavian membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil di Markas Besar Polri Jumat (17/3).

Menurut Sofyan usai acara, MoU ini dalam rangka melayani masyarakat lebih baik dan bagaimana mencegah mafia di bidang pertanahan yang sangat meresahkan

“Akibat mafia ini maka banyak konflik. Kemudian juga memberantas praktik yang melanggar hukum. Ini yang kami harapkan bersama kepolisian. Presiden menginginkan agar semua tanah di Indonesia bersertifikat,” kata Sofyan.

Untuk mewujudkan hal ini pihaknya punya program sertifikasi. Tahun ini akan ada 5 juta bidang yang disertifikat dan tahun berikutnya ada 7 juta bidang, kemudian tahun berikutnya lagi 9 juta bidang.

“Untuk itu kami minta dukungan kepolisian, saber pungli, kita akan terus melakukan perbaikan sistem, mekanisme pencegahan internal (dari pungli). Tetapi nanti kalau terjadi pelanggaran itu ditindak kepolisian,” tambahnya.

Dari 100 persen aset tanah di Indonesia, Sofyan menambahkan, hanya 44 persen yang bersertifikat. Yang belum bersertifikat itu termasuk aset yang dimiliki pemerintah termasuk milik Polri.

“Kalau mafia tanah bisa kita perangi, nanti sebagian masalah terkait juga akan hilang. Koordinasi antara Polri dan BPN akan lebih intens kedepannya,” imbuhnya.

sas.call(“std”, {siteId:135920,// pageId:756194,// Page : ID_Beritasatu/beritasatu_megapolitanformatId: 44269,// Format : Video-Read 1x1target:”// Targeting});

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me