SMF Gandeng BPD Demi Membiayai Perumahan MBR

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Pembiayaan perumahan sampai saat ini masih menjadi masalah utama. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, peran APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) memang belum optimal.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani pada acara Investor Gathering 2017 di Jakarta yang digelar PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), beberapa waktu lalu. Menurut Menkeu, perumahan adalah satu dari tiga pilar kebutuhan primer manusia. Kalau kebutuhan sandang dan pangan masyarakat relatif sudah terpenuhi, namun kebutuhan papan (perumahan) masih belum.

Baca juga: Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan (PPSP) Dukung Program Satu Juta Rumah

Seperti dilansir Harian Kompas, Rabu (29/3), tahun ini dibutuhkan dana Rp5,7 triliun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk pembiayaan perumahan mereka. Sarana Multigriya Finansial (SMF) akan menggalang dana di pasar modal untuk jangka panjang.

Direktur SMF, Ananta Wiyogo, mengatakan, target dana tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu yang sebesar Rp5,64 triliun. Untuk merealisasikannya, tahun ini SMF menggandeng bank pembangunan daerah (BPD) dan perusahaan pembiayaan.

Baca juga: Komite Tapera Terbentuk, Alternatif Pembiayaan Rumah pun Bertambah!

Tahun lalu, SMF menggandeng 14 BPD. Pada tahun ini, SMF akan meningkatkannya menjadi 26 BPD dengan fokus pada Indonesia bagian Timur.

“Penyaluran dan pinjaman melalui 14 BPD itu baru terealisasi Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun tahun lalu,” kata Ananta.

Ananta mengatakan, SMF juga sedang menjalankan proyek percontohan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan menggandeng beberapa perusahaan pembiayaan.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me