Indonesia-Perancis Kerja Sama Kota Berkelanjutan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Indonesia dan Perancis bekerja sama mengembangkan kota berkelanjutan. Kerjasama ini ditandatangani Presiden Perancis Francois Hollannde dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono. Kesepakatan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian teknis antara The French Environment and Energy Management Agency dan Ditjen Cipta Karya dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kemenpupera.

Indonesia-Perancis-1

“Di dalam memorandum of cooperation (MOC) sudah dicantumkan kerja sama kedua negara yang meliputi peningkatan kualitas pengembangan berkelanjutan kota selain promosi dan pengembangan atas rencana desain yang berkelanjutan, pengembangan komunitas kota, pengolahan limbah, air bersih, green building, transportasi, energi, dan sebagainya,” ujar Basuki usai meneken perjanjian di Istana Negara, Kamis (30/3).

Setidaknya ada 6 proyek yang akan dikerjakan pasca penandatanganan MOC. Proyek tersebut antara lain sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kobema, Maluku, dengan anggaran 74,3 juta dolar AS, SPAM Jatigede, Jawa Barat, senilai 167 juta dolar, dan SPAM Durolis, Maluku, senilai 33,4 juta dolar.

Kemudian proyek pengelolaan air limbah dengan anggaran mencapai 975 juta dolar, pengembangan kota berkelanjutan dengan anggaran 61,1 juta dolar, dan program revitalisasi kota berkelanjutan dengan dana 200 juta dolar. Keenam proyek ini akan mulai diimplementasikan pada tahun 2018.

“Ini bukan kerja sama pertama kita dengan Perancis, sebelumnya tahun 2010 sudah pernah kerja sama untuk proyek rehabilitasi drainase di Aceh sepanjang 150 km dengan anggaran 36,8 juta Euro. Pengelolaan air limbah Kota Bogor juga pernah dilakukan pada 2015 dengan anggaran 205 ribu Euro, jadi kerja sama ini seperti melanjutkan saja,” imbuh Basuki.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me