Singapura, Kota Termahal Sejagat

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Singapura, negara kota tetangga Indonesia ini kembali meraih prestasi. Kali ini predikat yang disabet adalah ‘kota termahal sedunia’. Predikat ini sudah ditempelkan ke Singapura empat tahun berturut-turut. Demikian hasil survei ‘Worldwide Cost of Living 2017’ yang diadakan The Economist Intelligence Unit (EIU). Survei dua tahunan membandingkan harga atas 160 barang dan jasa, yang meliputi makanan, minuman, pakaian, kebutuhan rumah tangga, kebutuhan pribadi, tarif sewa rumah, ongkos transportasi, tarif utilitas, uang sekolah swasta, biaya pembantu rumah tangga dan rekreasi.

Singapura

Singapura

Tahun ini Singapura merajai hasil survei untuk sepuluh posisi teratas. Posisi kedua ditempati Hong Kong yang bertengger di posisi yang sama selama dua tahun. Dua kota di Jepang, Tokyo dan Osaka, masing-masing menempati posisi empat dan lima, naik peringkat dari survei  sebelumnya.  Sementara itu Seoul, Korea Selatan, berada di posisi keenam.  Tempat lainnya diisi kota-kota di Eropa dan Amerika, yaitu Zurich – Swiss (3), Genewa – Swiss (7), Paris – Prancis (7) lalu New York – AS dan Copenhagen – Denmark sama-sama di ranking 9. Ada dua kota di peringkat yang sama, karena mendapat hasil yang sama dari penilaian survei.

Hasil survei tahun-tahun sebelumnya Tokyo selalu memuncaki peringkat, hingga tahun 2012 tergeser turun seiring menguatnya nilai tukar yen. Sebaliknya, menurut EIU, merosotnya New York pada tahun ini karena melemahnya nilai tukar dolar terhadap mata uang lainnya. Sementara, menguatnya dolar Australia dan Selandia Baru membuat dua kota di Australia (Sydney dan Melbourne) dan Auckland (Selandia Baru) masuk dalam kelompok 20 teratas.  Saat ini tinggal di Paris lebih mahal tujuh persen dari New York,  padahal pada lima tahun lalu 50 persen lebih mahal.

Perubahan peringkat itu terkait devaluasi nilai tukar masing-masing negara dan deflasi selama 2016, saat survei berjalan. Tingkat inflasi di sejumlah kota dunia memang masih di tingkat moderat, tapi tetap berpengaruh pada biaya hidup rata-rata. Mengambil New York sebagai basis indeks, biaya hidup global sekarang naik 74 persen. Tapi ini jauh lebih rendah dari kondisi lima tahun lalu di mana indeks biaya hidup di 132 kota secara umum setinggi 93,5 persen dari indeks basis.

Meski sebagai pemuncak tidak semua nilai di Singapura tertinggi, apalagi dibandingkan dengan kondisi kota-kota tetangganya. Untuk kategori barang kebutuhan pribadi (personal care) dan barang rumah tangga, nilainya justru lebih rendah dibanding dengan kota-kota sekitarnya. Tapi Singapura menjadi kota termahal untuk memiliki mobil. Sepertinya inilah salah satu ‘kesuksesan” negara kecil ini mendorong rakyatnya agar mau menggunakan moda transportasi umum yang memang sangat mumpuni. Hal lain yang juga terhitung mahal di Singapura busana dan barang-barang kebutuhan pokok. Tidak heran kota ini sekarang tidak lagi berjuluk sebagai surga belanja.

Berdasar kategori barang, belanja barang kebutuhan pokok di kota-kota Asia cenderung sangat mahal. Sementara, negara-negara di Eropa cenderung mahal untuk kategori kebutuhan rekreasi dan hiburan, di mana yang paling mahal di Zuric dan Genewa.

Sumber: EIU

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me