Kelas Menengah Bawah Sulit Mengakses Program Perumahan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Menurut Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Lana Winayanti, ada 4 isu utama terkait permasalahan pembiayaan perumahan. Isu tersebut yaitu affordability (keterjangkauan), availability (ketersediaan baik pembiayaan maupun suplai rumah), accessibility (aksesibilitas perumahan), dan sustainability (keberlanjutan pasokan pembiayaan).

Ilustrasi

Ilustrasi

“Dari program perumahan untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), baru 2,5 persen kalangan MBR yang bisa mengakses KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Makanya program perumahan ini butuh kerja sama semua pihak,” ujarnya saat bicara di Investor Gathering di Jakarta, pekan ini.

Terkait 4 isu utama perumahan ini pemerintah daerah punya peran penting untuk memberikan jaminan akses masyarakat kepada perbankan. Lana menyebut peran PT Sarana Multigriya Finansial (SMF/Persero) bisa lebih ditingkatkan untuk menyediakan pasokan dana jangka panjang dan berkelanjutan dari pasar bursa.

SMF yang berperan dalam penerbitan sekuritisasi dan pembiayaan sekunder perumahan bila dikombinasikan dengan program tabungan perumahan rakyat (Tapera) hasilnya akan sangat signifikan. Masyarakat yang mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan akan semakin banyak.

“Kebutuhan dana untuk program perumahan sampai kapanpun tidak bisa dipenuhi APBN. Jadi dibutuhkan cara-cara kreatif untuk terus meningkatkan alternatif pembiayaan perumahan. Yang penting juga adalah efisiensi, kemudahan, dan penyaluran yang tepat sasaran. Kami masih terus mengkaji beberapa skim pembiayaan perumahan ini untuk mendapatkan pola terbaik,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me