Kalau Ruangan Terbatas, Pakai Furnitur Ini Aja!

Big Banner
Foto: Rumah123/istock

Saat ini unit hunian baik apartemen maupun rumah berukuran mini. Keterbatasan ruang ini menuntut kita untuk pandai-pandai memilih furnitur yang pas.

Furnitur built in bisa jadi solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang. Biasanya yang membutuhkan ruang adalah tempat penyimpanan. Maka itu, dibutuhkan furnitur built in.  Asalkan tepat dalam hal desain, pilihan bahan, dan fungsinya, maka furnitur built in sangat membantu penataan ruang.

Baca juga: Wow, Restoran Ini Aplikasikan Desain Interior dan Furnitur Warna Gelap

Fungsi furnitur built in adalah sebagai wadah penyimpanan barang, mulai barang yang sering digunakan sehari-hari sampai barang koleksi yang jarang digunakan. Juga benda-benda yang sifatnya aksesori untuk mempercantik ruangan.

Nah, agar hasil pemilihan furnitur built in bisa maksimal, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu  perhatikan:

Baca juga: Furnitur Jadul Bisa Ditampilkan Secara Kekinian Lho

Pertama. Tentukan Fisik dan Letak Furnitur

Sebuah furnitur built in haruslah memiliki permukaan bidang ceruk yang rata. Pastikan permukaan dinding mulus tanpa cacat.

Sebaiknya lakukan perbaikan terlebih dulu sebelum memulai memasang furnitur built in. Gunakan semen instan untuk menutup retak. Setelah itu finishing dengan cat tembok biasa.

Kepastian letak akan memudahkan penyesuaian desain, pilihan bahan, dan penataan. Semisal furnitur build in di dinding kamar mandi, tentunya area ini biasanya lembap.

Baca juga: Produsen Furnitur Gencar Rilis Perabot Bongkar Pasang

Tentu saja penataannya tidak sama dengan dinding di ruang keluarga yang temperatur udaranya relatif stabil. Di kamar mandi, rak perlu dilapis dengan cat duko agar tidak mudah kropos jika terkena air.

Lalu perhatikan fungsi dan posisi juga akan menentukan dimensi alias ukuran. Rak sepatu di kolong tangga menyesuaikan dengan jumlah sepatu dan sandal yang akan kamu simpan.

Poin terpenting adalah adanya lubang ventilasi udara. Udara lembap atau panas yang terperangkap jika tidak dibuang akan merusak barang yang kamu simpan.

Baca juga: Hmm, Ini Dia Tren Furnitur dan Interior Terbaru dari Informa

Kedua. Buatlah Daftar Barang yang Akan Disimpan

Pikirkan tentang penyimpanan pakaian, perabot rumah tangga, sepatu kesayangan, atau barang pajangan koleksi? Daftar barang ini akan membantu perancangan desain furnitur built in yang paling cocok.

Kenali barang dengan membuat simulasi ukuran yang pas dan perkiraan jenis bahan yang digunakan. Jumlah barang yang disimpan akan memengaruhi ukuran desain yang akan dibuat. Akhirnya juga akan menentukan jumlah bahan dan biaya yang bakal kamu keluarkan.

Baca juga: Hmm, Ini Dia Tren Furnitur dan Interior Terbaru dari Informa

Ketiga. Bahan Dasar dan Finishing

Biasanya bahan dasar yang lazim untuk furnitur built in adalah plywood atau multipleks dengan tebal 9 mm-18 mm. Selain mudah diinstal, plywood mudah didapat dan harganya relatif terjangkau dibandingkan kayu solid.

Nah, untuk menyimpan barang yang bebannya tidak terlampau berat, kamu dapat memilih plywood berketebalan 9 mm. Ini sudah cukup kuat untuk menampung sepatu dan sandal.

Umumnya orang jarang menggunakan kayu solid sekelas jati, merbau, sonokeling, atau ulin.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me