Pengembangan Kawasan Properti Belum Sepenuhnya Transit Oriented Development

Big Banner
Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Country Director Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yoga Adiwinarto menyatakan bahwa pengembangan properti di Indonesia belum ada yang benar-benar memenuhi prinsip transit oriented development (TOD).

Yoga memberikan contoh beberapa kawasan properti yang dikembangkan oleh perusahaan pengembang.

Baca juga: Mau Punya Anak yang Sukses? Suruh Mereka Ikut Membersihkan Rumah

Menurut Yoga, konsep TOD telah dipahami secara salah kaprah dan keliru. Pengembang menerjemahkan konsep TOD hanya dengan membangun properti dengan akses transportasi seperti Jalur Transjakarta atau jalur commuter line.

Sejatinya, konsep TOD harus memenuhi prinsip orientasi pada pejalan kaki (walk) dan bukan berorientasi pada kendaraan (car oriented).

Baca juga: Tempat Tidur untuk Spons Cuci Piring? Ternyata Ada yang Jual Lho

Perusahaan pengembang dan pemerintah harus bekerja sama membangun jalur pejalan kaki yang aman, dan nyaman untuk penghuni properti yang dikembangkan dan juga warga sekitarnya.

Selain itu, pengembangan juga harus ramah pada pesepeda. Di kota-kota Eropa, pemerintahnya bahkan menyediakan jalur khusus bagi pesepeda seperti di Amsterdam (Belanda) dan Copenhagen (Denmark).

Baca juga: Kawasan Hi-Tech ini Terhubung oleh Jembatan Kayu yang Keren!

Menurut Yoga, prinsip TOD adalah koneksi. Seluruh unsur, dan jenis properti seperti perkantoran, hunian atau apartemen, pusat belanja, rumah sakit, dan pusat aktivitas lainnya seperti kawasan komersial harus saling terhubung satu sama lain.

“Ada akses langsung yang bisa dijangkau oleh penghuni dan warga untuk menuju pusat aktivitas tujuan,” kata Yoga seperti dilansir oleh Kompas.com.

Baca juga: Lengser Sebagai Presiden AS, Barack Obama Liburan di Pulau Pribadi Bos Virgin

Yoga melanjutkan kalau prinsip TOD yang lainnya adalah mix, densify, compact, dan shift. Pengembangan kawasan properti harusnya diarahkan menjadi multifungsi.

Satu kawasan dengan cakupan fungsi hunian, komersial, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas lainnya jauh lebih baik dibanding dengan satu fungsi.

Baca juga: Liburan yang Cocok untuk Generasi Milenial: Menginap Gratis di Sebuah Kabin di Alaska!

“Mobilitas orang dan kegiatan akan berputar pada satu kawasan. Ini bisa mengurangi jumlah perjalanan di jalan-jalan raya yang tentu saja berimbas pada penurunan tingkat kemacetan,” kata Yoga.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me