Geliat Properti Cirebon; Salah Satu Ulasan Laporan Utama MPI (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi April 2017 menurunkan liputan utama tentang geliat properti pantai utara Jawa. Salah satunya property Cirebon. Di kota terbesar kedua seantero Jawa Barat ini proyekproyek properti baru terus bermunculan yang menandakan kota ini tumbuh pesat sebagai salah satu kota utama di garis pantai utara Jawa.

SECARA geografis, Kota Cirebon berada pada lokasi yang sangat strategis karena berada di tengah-tengah jalur pantura dan menjadikannya sebagai pusat perdagangan bagi Wilayah III (Ciayumajakuning) yang meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu, termasuk menjadi simpul dari pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Tak heran, jika laju perekonomian kota ini tumbuh dengan dinamis, karena fungsi logistik, transportasi, dan perdagangannya berfungsi dengan sempurna. Saat ini, kontribusi terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kota dengan luas wilayah 37,54 km2 tersebut berasal dari perdagangan, hotel dan restoran, serta industri jasa, yang dipicu oleh perkembangan transportasi yang begitu pesat.

Pada akhir 2015, Kota Cirebon berpenduduk 307.494 jiwa yang tersebar tersebar di lima kecamatan, dimana Pekalipan tercatat sebagai kecamatan dengan penduduk terpadat (19,227 ribu jiwa/km²), disusul Kecamatan Kejaksan (12,137 ribu jiwa/km²).

Pembangunan transportasi yang pesat ini pula yang akhirnya membuat Kota Cirebon bertransformasi dari kota transit menjadi salah satu kota tujuan utama di Jawa Barat, termasuk memikat para inves- tor untuk membiakkan rupiahnya di sini. Salah sektor yang cukup berkembang adalah sektor properti. Selain perhotelan, sektor perumahan tapak termasuk yang cukup pesat pertumbuhannya.

Berdasarkan analisis wilayah yang dilakukan Urbanindo, permintaan rumah memang cukup mendominasi di Cirebon, yaitu sebesar 84,45%, walau ketersediaannya masih di kisaran 46,39%. Selain rumah, tanah merupakan pilihan kedua yang dicari masyarakat dengan persentase permintaan 6,16% diikuti dengan ruko sebesar 5,12%.

Seperti di kota-kota besar lainnya, harga properti di Cirebon sendiri saat ini sudah mencapai angka miliaran rupiah. Sebesar 22,13% ketersediaan properti di Kota Udang ini bahkan berada di rentang harga Rp1,61 miliar hingga Rp3,17 miliar. Meskipun demikian, pilihan rumah murah dengan harga di bawah Rp250 juta masih cukup banyak yaitu 19,24%.

Sementara itu, tiga lokasi favorit yang banyak dicari masyarakat di Cirebon ialah kawasan Harjamukti dengan rata-rata harga rumah kisaran Rp810 juta, disusul Kesambi dengan rata-rata harga Rp1,31 miliar, serta Kedawung dengan rata-rata harga Rp725,58 juta. Dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me