Geliat Properti Pantura Jawa Ulasan Laporan Utama MPI (3)

Big Banner

Tegal Kota Pesisir yang Kian Prospektif

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi April 2017 menurunkan liputan utama tentang geliat properti pantai utara Jawa. Salah satunya kota yang diulas adalah geliat properti Tegal. Disebutkan MPI secara geografis, Tegal berada di lokasi yang strategis, karena sejak lama menjadi perekonomian lintas nasional dan regional di wilayah Pantura mulai dari barat ke timur (Jakarta-Tegal- Semarang-Surabaya), wilayah tengah- selatan Pulau Jawa (Jakarta-Tegal-Purwokerto- Yogyakarta-Surabaya) dan begitu juga sebaliknya.

Dengan luas wilayah seluas 39,68 Km² Kota Tegal termasuk salah satu kota kecil di jalur Pantura. Meski begitu, bukan berarti kota ini tidak memiliki potensi. Perdagangan dan jasa merupakan sektor utama perekonomian Kota Tegal. Kota ini menjadi tempat pengolahan akhir dan pemasaran berbagai produk dari kawasan Jawa Tengah bagian barat. Usaha kecil dan menengah yang cukup pesat kemajuannya adalah industri logam rumahan dan kerajinan batik Tegalan. Pertumbuhan investasi Kota Tegal pada Tahun 2015 lalu mencapai 9,03 persen, meningkat sebesar 0,41 persen dari pertumbuhan investasi Tahun 2014 yang mencapai 8,62 persen. Kategori yang mengalami efek multiplier dari pertumbuhan investasi ini ada pada kategori Konstruksi, yaitu tumbuh dari 3.46 persen di Tahun 2014 menjadi 6,00 persen di Tahun 2015, serta kategori Real Estate tumbuh sebesar 5,43 persen di Tahun 2014 sementara Tahun 2015 hanya mencapai 6,10 persen.

Berdasarkan analisis Wilayah Urban- Indo, menunjukkan, bahwa permintaan sektor properti sangat mendominasi di Kota Tegal adalah sektor perumahan yang mencapai 69,55% dengan jumlah ketersediaan 59,44%. Sebagai kota yang memiliki sektor utama perekonomian dalam bidang perdagangan, tidak heran jika permintan rumah toko (ruko) juga cukup besar. Dibandingkan dengan tanah dan properti komersil. Ketersediaan ruko mencapai 24,44% walau permintaan masih berada di kisaran 17,04%.

Walau berada di daerah Provinsi Jawa Tengah, uniknya para pencari properti Tegal didominasi oleh orang-orang Jakarta dengan persentase 37,1%. Kota yang dike nal dengan kuliner khas tahu aci ini pun dilirik orang luar negeri yaitu dari Dubai sebesar 2,53% dan Singapura sebesar 1,58%. Secara umum, harga properti di kota Tegal masih banyak yang di bawah Rp326,13 juta. Sementara, beberapa area favorit yang bisa diincar adalah daerah Tegal Barat, Kramat, Tegal Timur, Slawi, dan Tegal Selatan. Di antara kelima area itu, Kramat menawarkan rata-rata harga properti paling murah yaitu Rp308,29 juta.

Khusus sektor real estate, perumahanperumahan skala mikro cukup menjamur, termasuk persaingan di kelas menengah atas yang terbilang cukup ketat. Desain bangunan proyek-proyek di kelas ini sudah mengacu pada arsitektur modern, namun lingkungannya ditata dengan seadanya. Beberapa bahkan terlihat tak lagi terurus oleh pengembangnya, menyisakan sejumlah lahan kosong.

Untuk sekadar menyebut, Mutiara Estate, Palm Townhouse dan Istana Indah Estate, serta yang terbaru Sapphire Estate. Dibangun oleh Grup Sapphire di kawasan Marganda, proyek ini hanya memiliki lahan seluas 1,75 ha. Merangkum 84 unit, tipe yang ditawarkan antara lain; tipe 95/108 m2 yang dipasarkan seharga Rp879 juta hingga tertinggi 120/168 m2 dengan rentang harga Rp1,2 miliar.

Teranyar, ada juga perumahan Grand Teksin di jalan Pala Raya, Tegal, yang dikembangkan PPA Nindya—perusahaan patungan BUMN Nindya Karya dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis.

mpi-update.com