Yuk, Mengenal Sosok Pakar Konstruksi Indonesia, Wiratman Wangsadinata

Big Banner
Wiratman Wangsadinata (Rumah123/Hari Bangunan Indonesia)

Pakar konstruksi Indonesia, Wiratman Wangsadinata meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017) lalu.

Seperti dikutip oleh Kompas.com, Wiratman meninggal dalam usia 82 tahun akibat sakit yang telah lama dideritanya. Kabar ini tentunya mengejutkan bagi dunia konstruksi Indonesia.

Baca juga: Arsitek CN Tower Meraih Penghargaan Medali Emas RAIC 2017

Wiratman lahir di Jakarta pada 25 Februari 1935. Dia menyelesaikan studinya di Fakultas Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1960.

Setelah itu, Wiratman menjadi dosen di almamaternya ITB. Dia menyelesaikan gelar doktornya di ITB pada 1992.

Baca juga: Siapa Sih, Arsitek Legendaris Oscar Niemeyer?

Pada 1995 sampai 2004, Wiratman menjadi Guru Besar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Setelah itu, sejak 2005 dia menjadi Guru Besar Emeritus di Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara.

Selain menjadi dosen Teknik Sipil, Wiratman juga menjadi praktisi sebagai desainer struktur. Dia merupakan pendiri sekaligus Direktur Utama PT Wiratman & Associates yang berdiri sejak 1976. Kontribusi Wiratman memang diakui dan dia disegani oleh masyarakat jasa konstruksi Indonesia.

Baca juga: Tiga Arsitek Spanyol Meraih Penghargaan Bergengsi Arsitektur Pritzker Prize 2017

Wiratman ikut merancang desain konstruksi untuk sejumlah gedung seperti Gedung Wisma Nusantara, Wisma Dharmala, dan Bakrie Tower.

By the way, Gedung Wisma Nusantara setinggi 30 lantai pernah menjadi gedung tertinggi di Indonesia.

Baca juga: Frank Llyod Wright, Maestro Penggagas Arsitektur Organik

Dia juga tercatat menjadi perancang beberapa infrastruktur ikonik seperti Tunnel Dukuh Atas di Jakarta, Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Rajamandala di Bandung, serta terlibat dalam restorasi Candi Borobudur di Magelang dan Bendungan Keuliling di Aceh.

Wiratman juga ikut merancang proyek apartemen dan hotel seperti Four Seasons Residential Apartments, Mal Ciputra, dan Hotel Aryaduta.

Baca juga: Keluar dari Pakem, Arsitek Richard Meier Desain Bangunan dengan Fasad Hitam

Selain itu, Wiratman juga mendesain Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica di Banjarnegara, PLTA Merangin, PLTA Kusan, Pembangkit Gresik, dan Telecommunication Tower.

Putri kedua Wiratman yaitu Sofia Miriyanti Wangsadinata mengikuti jejaknya dengan menuntut ilmu di Teknik Sipil ITB. Saat ini, Sofia menjadi Rektor Universitas Bakrie.

rumah123.com